Bursa Eropa Tertekan Kenaikan Energi dan Ketegangan Timur Tengah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Selasa, 18 Agustus 2026, 07:03 WIB
Bursa Eropa Tertekan Kenaikan Energi dan Ketegangan Timur Tengah
Ilustrasi (Gambar RMOL/Reni Erina)
Kecil Besar
rmol news logo Pasar saham Eropa ditutup melemah pada perdagangan Senin 17 Agustus 2026, tertekan kenaikan harga energi dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan prospek perekonomian kawasan.
HUT RMOL news

Euro STOXX 50 turun 0,1 persen menjadi 6.530, sedangkan STOXX Europe 600 melemah 0,2 persen ke 656. Harga gas alam Eropa kembali meningkat menuju level tertinggi dalam beberapa tahun, sementara imbal hasil obligasi negara-negara utama Eropa naik ke level tertinggi dalam beberapa dekade.

Tekanan terlihat di sejumlah saham perbankan dan barang mewah. Santander, Deutsche Bank, LVMH, dan Adidas turun antara 1 persen hingga 3,4 persen. Namun, saham teknologi menjadi penopang setelah kinerja positif perusahaan kecerdasan buatan AS. ASML naik 2,6 persen.

Di Jerman, DAX turun 0,4 persen menjadi 26.339. Saham ritel dan otomotif tertekan, dengan Zalando, Adidas, Scout24, Beiersdorf, Henkel, dan Symrise melemah antara 1,9 persen dan 3,4 persen. Sebaliknya, Deutsche Boerse naik 1,8 persen, Rheinmetall 1,3 persen, dan Siemens Energy 1,1 persen.

CAC 40 Prancis menjadi indeks dengan penurunan terbesar, yakni 0,7 persen ke 8.580. Saham mewah tertekan, dengan LVMH turun 2,7 persen, L’Oréal 2,5 persen, Hermes 1,6 persen, dan Kering 4,3 persen. Saham teknologi menjadi pengecualian, dengan STMicroelectronics melonjak 5,1 persen.

Di Italia, FTSE MIB relatif datar di 53.587. STMicroelectronics naik 5 persen dan Prysmian 2,4 persen, sementara Nexi turun 4,3 persen dan Stellantis anjlok 4,1 persen setelah menarik kembali 955.000 kendaraan secara global.

Sementara itu, FTSE 100 Inggris turun tipis dan memperpanjang pelemahan menjadi enam sesi berturut-turut. Unilever turun hampir 2 persen, Diageo 2,8 persen, dan Tesco hampir 3 persen. Saham pertambangan justru menguat mengikuti kenaikan harga logam, sementara AstraZeneca dan GSK turut menopang indeks.

Pergerakan pasar Eropa masih akan sangat dipengaruhi perkembangan konflik di Timur Tengah, harga energi, serta arah kebijakan suku bunga global. Ketidakpastian geopolitik berpotensi menjaga volatilitas ekuitas dalam waktu dekat. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA