Dilansir dari CNA, Sabtu 15 Agustus 2026, pertumbuhan tersebut melampaui estimasi awal pemerintah sebesar 5,8 persen sekaligus berada di atas perkiraan median ekonom dalam jajak pendapat Reuters.
Kinerja ekonomi Malaysia juga meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya. Pada kuartal I-2026, PDB negara tersebut tumbuh 5,4 persen.
Berdasarkan data Departemen Statistik dan Bank Negara Malaysia (BNM), pertumbuhan kuartal II ditopang oleh perbaikan kinerja hampir seluruh sektor ekonomi, kecuali pertanian. Penguatan ekspor dan pengeluaran rumah tangga membantu perekonomian tetap bertahan di tengah dampak konflik di Timur Tengah.
Gubernur BNM Abdul Rasheed Ghaffour memperkirakan ekonomi Malaysia sepanjang tahun ini tumbuh sekitar 5 persen. Proyeksi tersebut masih berada di kisaran pertumbuhan ekonomi tahun sebelumnya yang mencapai 5,2 persen.
"Permintaan komersial diperkirakan akan tetap tangguh, dan ini didorong oleh pengeluaran rumah tangga dan aktivitas investasi," kata Ghaffour dalam konferensi pers.
Di sisi kebijakan moneter, bank sentral Malaysia pada bulan lalu kembali mempertahankan suku bunga acuan untuk keenam kalinya secara berturut-turut. Kebijakan tersebut ditempuh ketika inflasi masih berada pada level rendah, meski harga minyak dan gas mengalami gejolak akibat konflik di Timur Tengah.
BERITA TERKAIT: