Tekanan juga muncul setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) belum akan menaikkan suku bunga pada September.
Harga emas spot turun 1,2 persen menjadi 4.354,58 Dolar AS per ons pada Jumat pukul 24.58 WIB, setelah sempat menyentuh 4.449,39 Dolar AS per ons, level tertinggi sejak 5 Juni. Sementara itu, emas berjangka AS untuk kontrak Desember ditutup turun 1,1 persen menjadi Dolar AS4.420,40 per ons.
Data Indeks Harga Produsen (PPI) AS yang dirilis Kamis menunjukkan harga produsen tidak berubah sepanjang Juli. Sehari sebelumnya, data inflasi konsumen juga menunjukkan inflasi tahunan Juli turun menjadi 3,4 persen dari 3,5 persen pada Juni, sesuai ekspektasi ekonom.
Perkembangan tersebut membuat pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September. Berdasarkan CME FedWatch Tool, peluang kenaikan suku bunga kini diperkirakan 35 persen, turun dari 40 persen setelah data PPI dirilis.
Tekanan juga terjadi pada logam mulia lainnya. Harga perak spot turun 1,2 persen menjadi 64,51 Dolar AS per ons.
Platinum melemah 2,4 persen menjadi 1.715,54 Dolar AS per ons, sedangkan paladium anjlok 3,9 persen ke 1.316,28 Dolar AS per ons.
Di pasar komoditas lain, harga minyak turut melemah karena investor mencermati prospek perlambatan permintaan global tahun ini.
BERITA TERKAIT: