Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Rabu, 23 September 2026, 07:41 WIB
Emas Gagal Bersinar, Tertekan Ekspektasi Suku Bunga Ketat dan Penguatan Dolar AS
Ilustrasi (Artificial Intelligence)
Kecil Besar
rmol news logo Harga emas dunia ditutup melemah tipis, terseret oleh ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) yang berpotensi semakin ketat hingga penghujung tahun. Penguatan Dolar AS serta dinamika pasar energi turut menjadi sentimen penekan bagi logam mulia.

Harga emas spot tercatat turun 0,2 persen ke level 4.336,21 Dolar AS per ons pada Rabu pagi 23 September 2026. 

Senada, emas berjangka AS untuk kontrak pengiriman Desember juga ditutup melemah 0,2 persen di posisi 4.376,40 Dolar AS per ons.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar melihat peluang sekitar 90 persen bahwa bank sentral AS akan kembali menaikkan suku bunganya pada pertemuan Desember mendatang.

Ekspektasi ini menguat setelah sejumlah pejabat The Fed, termasuk Presiden Fed St. Louis Alberto Musalem, Presiden Fed Chicago Austan Goolsbee, hingga Chairman The Fed Kevin Warsh, mengisyaratkan perlunya pengetatan lanjutan di tengah lonjakan harga energi akibat konflik di Timur Tengah.

Kondisi suku bunga tinggi dan Dolar AS yang menguat membuat daya tarik emas meredup, karena aset berimbal hasil tinggi lebih diminati investor. Secara keseluruhan, harga emas saat ini telah terkoreksi lebih dari 22 persen dari rekor tertingginya di level 5.594,82 Dolar AS per ons yang tercatat pada Januari lalu.

Di tengah koreksi pada emas, pergerakan logam mulia lainnya terpantau bervariasi. Perak spot bergerak stabil di level 66,04 Dolar AS per ons. Platinum melompat 1 persen dan berada di posisi 1.816,22 Dolar AS per ons. Sedangkan Paladium turun 0,7 persen menjadi 1.291,69 Dolar AS per ons.

Tekanan pada komoditas emas juga sedikit diimbangi oleh meredanya harga minyak dunia menyusul sinyal perbaikan pasokan energi dari kawasan Teluk, termasuk rencana pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA