Ketua Umum Apindo Shinta Kamdani mengatakan, pelaku usaha kini mulai mengubah strategi bisnis menjadi lebih
prudent dan berbasis mitigasi risiko.
“Pendekatan yang saat ini banyak diambil adalah
selective growth,” kata Shinta kepada
RMOL.
Menurutnya, investasi yang bersifat spekulatif atau sangat dipengaruhi kondisi eksternal kini cenderung ditunda oleh pelaku usaha.
Selain menahan ekspansi, dunia usaha juga mulai memperkuat strategi mitigasi risiko untuk menghadapi gejolak nilai tukar.
“Dari sisi antisipasi, perusahaan juga memperkuat strategi manajemen risiko secara lebih komprehensif," kata Shinta.
Penggunaan instrumen lindung nilai atau hedging terhadap fluktuasi nilai tukar semakin ditingkatkan, disertai dengan penataan struktur utang agar lebih seimbang antara rupiah dan valuta asing.
Di sisi operasional, perusahaan juga mulai melakukan efisiensi dengan menekan belanja modal atau
capital expenditure (capex), mengoptimalkan modal kerja, hingga meningkatkan produktivitas.
“Di sisi operasional, fokus diarahkan pada efisiensi melalui rasionalisasi capex, optimalisasi
working capital, serta peningkatan produktivitas,” kata Shinta.
BERITA TERKAIT: