Meskipun Israel dan Lebanon sepakat memperpanjang gencatan senjata selama tiga minggu setelah pertemuan di Gedung Putih, langkah ini belum cukup menenangkan pasar. Ketidakpastian geopolitik, terutama terkait konflik yang melibatkan Iran, masih menjadi faktor utama yang membebani sentimen investor.
Dikutip dari
CNBC International, saham indeks Nikkei 225 Jepang naik sekitar 0,39 persen, didukung data inflasi inti yang meningkat menjadi 1,8 persen pada Maret -- angka tertinggi dalam lima bulan terakhir. Kenaikan ini sejalan dengan ekspektasi pasar, namun juga dipengaruhi kekhawatiran dampak konflik terhadap harga energi.
Bursa saham Korea Selatan melemah, dengan indeks KOSPI turun sekitar 0,27 persen, sementara saham berkapitalisasi kecil cenderung stagnan. Di Hong Kong, indeks Hang Seng Index bergerak datar, mencerminkan sikap wait and see dari investor.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 turun sekitar 0,40 persen, mengikuti sentimen global yang cenderung negatif. Sementara itu, pasar India dan China relatif tidak banyak bergerak.
BERITA TERKAIT: