PJS Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengungkapkan, pihaknya telah lebih dulu bertemu dengan MSCI pada 16 April 2026 untuk membahas sejumlah usulan terkait peningkatan kualitas pasar modal domestik.
“Merespon announcement dari MSCI hari ini, dapat kami sampaikan kami telah bertemu dengan MSCI tanggal 16 April,” kata Jeffrey dalam keterangannya.
Dalam pertemuan tersebut, BEI bersama self-regulatory organization (SRO) lainnya, kata Jeffrey telah mengajukan empat proposal yang kini tengah dipertimbangkan oleh MSCI.
Menurutnya, pihaknya akan terus berkomunikasi dengan MSCI dan investor global untuk memastikan reformasi yang sedang ditempuh dapat meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata dunia.
“Kami akan terus berkomunikasi dengan index provider. Kami juga akan terus berkomunikasi dengan investor global untuk memperoleh masukan untuk penguatan pasar modal ke depan,” tuturnya.
Sebelumnya, MSCI memutuskan menahan penyesuaian indeks saham Indonesia dalam review Mei 2026.
Kebijakan ini mencakup pembekuan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF), penambahan saham baru, hingga kenaikan kelas kapitalisasi.
Langkah tersebut diambil MSCI yang kini masih mengkaji dampak reformasi transparansi pasar modal Indonesia, termasuk terkait data free float dan struktur kepemilikan saham.
BERITA TERKAIT: