Keandalan Listrik Jadi Prioritas untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 01 Juni 2026, 13:31 WIB
Keandalan Listrik Jadi Prioritas untuk Dukung Pertumbuhan Ekonomi
ILustrasi (Artificial Inteligence)
rmol news logo Keandalan pasokan listrik menjadi fondasi penting bagi aktivitas ekonomi, layanan publik, dan kehidupan masyarakat sehari-hari. 

Gangguan kelistrikan yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera baru-baru ini perlu menjadi momentum untuk mempercepat penguatan sistem ketenagalistrikan nasional agar semakin tangguh dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Direktur Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, menilai harapan terbesar masyarakat saat ini adalah tersedianya sistem kelistrikan yang semakin andal, stabil, dan mampu meminimalkan potensi gangguan. 

Menurut Marwan, peristiwa blackout yang terjadi memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya penguatan infrastruktur dan sistem ketenagalistrikan. Sebab, listrik merupakan penopang utama berbagai aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi hingga layanan publik.

“Yang paling dibutuhkan masyarakat sebenarnya adalah kepastian bahwa kejadian seperti ini tidak terulang lagi. Karena kalau blackout terus berulang, kerugian masyarakat akan jauh lebih besar dibanding kompensasi yang diterima,” ujarnya, dalam keterangan yang dikutip di Jakarta, Senin 1 Juni 2026.

Marwan menjelaskan, regulasi yang berlaku saat ini telah mengatur mekanisme kompensasi bagi pelanggan terdampak gangguan layanan, baik dalam bentuk pengurangan tagihan listrik bagi pelanggan pascabayar maupun tambahan token bagi pelanggan prabayar sesuai tingkat mutu pelayanan PLN.

Berdasarkan ketentuan yang ada, besaran kompensasi berkisar antara 20 hingga 35 persen dari biaya beban atau rekening minimum dan diperhitungkan pada tagihan maupun pembelian token berikutnya.

Meski demikian, Marwan menilai langkah yang lebih penting ke depan adalah memastikan sistem kelistrikan terus diperkuat agar manfaat yang dirasakan masyarakat tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga menghadirkan kepastian layanan yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Namun yang paling dibutuhkan masyarakat saat ini adalah memastikan blackout besar tidak kembali terulang,” katanya.

Menurut Marwan, peningkatan keandalan sistem akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar bagi masyarakat, dunia usaha, maupun operasional ketenagalistrikan nasional secara keseluruhan.

“Jangan sampai kompensasi hanya menjadi solusi sesaat sementara blackout besar masih berpotensi kembali terjadi. Yang dibutuhkan masyarakat adalah sistem kelistrikan yang semakin andal,” lanjutnya.

Karena itu, ia mendorong agar evaluasi pascablackout difokuskan pada penguatan jaringan transmisi, penyempurnaan sistem proteksi, serta peningkatan mitigasi risiko agar sistem kelistrikan lebih adaptif terhadap cuaca ekstrem maupun gangguan eksternal lainnya.

Selain itu, Marwan menilai keterbukaan dalam proses investigasi penyebab gangguan penting dilakukan untuk membangun kepercayaan publik sekaligus memberikan pemahaman mengenai langkah-langkah perbaikan yang akan ditempuh.

“Pada akhirnya masyarakat tentu berharap dapat menikmati layanan listrik yang andal, stabil, dan tetap tangguh menghadapi cuaca ekstrem maupun berbagai gangguan lainnya,” tutup Marwan. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA