Berdasarkan data bursa pada Selasa, 26 Mei 2026 hingga pukul 10:33 WIB, saham DSSA langsung terjerembab ke zona merah begitu pasar dibuka.
Sempat merosot ke titik terendah harian di Rp454, saham DSSA bertengger di level Rp488, melemah 10,46 persen atau -57 poin dari hari sebelumnya.
Kepanikan investor akibat sanksi pencoretan ini memicu aktivitas transaksi yang sangat masif. Nilai transaksi perdagangan saham DSSA menjelang siang ini langsung melonjak hingga Rp269,88 miliar, dengan volume mencapai 544,07 juta lembar saham dari 29.308 kali transaksi.
Ironisnya, hantaman dari FTSE Russell ini menimpa emiten dengan skala ekonomi raksasa, karena DSSA saat ini memiliki kapitalisasi pasar (market cap) Rp70,24 triliun dan berada di peringkat ke-2 dari 47 perusahaan di industrinya.
BERITA TERKAIT: