Menurut data terbaru, harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, melonjak 2,45 persen menjadi 93,35 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari Amerika Serikat naik lebih tinggi, yakni 2,8 persen ke 89,78 Dolar AS per barel.
Kenaikan harga minyak dipicu kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik terbaru antara Israel dan Lebanon dapat mengganggu pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Pasar juga mencermati kemungkinan meningkatnya ketegangan yang melibatkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Situasi ini dinilai dapat memperbesar risiko terhadap jalur distribusi energi dan memperketat pasokan minyak global.
Selain faktor geopolitik, sejumlah analis juga menyoroti potensi gangguan pasokan minyak di tengah kondisi permintaan global yang masih beragam. Namun untuk saat ini, fokus utama pelaku pasar tetap tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong volatilitas harga minyak dalam jangka pendek.
BERITA TERKAIT: