Konflik Israel-Lebanon Panaskan Pasar Minyak

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 01 Juni 2026, 10:53 WIB
Konflik Israel-Lebanon Panaskan Pasar Minyak
Ilustrasi (Artificial Inteligence)
rmol news logo Harga minyak dunia naik cukup tajam pada perdagangan Senin, 1 Juni 2026, setelah Israel memerintahkan pasukannya untuk memperluas operasi militer ke wilayah Lebanon. 

Menurut data terbaru, harga minyak mentah Brent, yang menjadi acuan internasional, melonjak 2,45 persen menjadi 93,35 Dolar AS per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dari Amerika Serikat naik lebih tinggi, yakni 2,8 persen ke 89,78 Dolar AS per barel.

Kenaikan harga minyak dipicu kekhawatiran investor terhadap eskalasi konflik terbaru antara Israel dan Lebanon dapat mengganggu pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Pasar juga mencermati kemungkinan meningkatnya ketegangan yang melibatkan kelompok Hizbullah yang didukung Iran. Situasi ini dinilai dapat memperbesar risiko terhadap jalur distribusi energi dan memperketat pasokan minyak global.

Selain faktor geopolitik, sejumlah analis juga menyoroti potensi gangguan pasokan minyak di tengah kondisi permintaan global yang masih beragam. Namun untuk saat ini, fokus utama pelaku pasar tetap tertuju pada perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong volatilitas harga minyak dalam jangka pendek. rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA