Bursa Korea Selatan menjadi sorotan utama setelah indeks Kospi melonjak 1,31 persen dan mencapai rekor tertinggi baru. Di saat yang sama, indeks Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil justru turun 1,58 persen. Penguatan Kospi didorong oleh reli saham teknologi, terutama Samsung Electronics yang naik lebih dari 3 persen dan menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah.
Di Jepang, pergerakan pasar cenderung terbatas. Indeks Nikkei 225 menguat 0,17 persen, sementara indeks Topix turun 0,3 persen. Sementara bursa Australia melemah dengan indeks S&P/ASX 200 turun 0,21 persen.
Saham SoftBank Group menjadi perhatian investor setelah melonjak sekitar 5 persen. Kenaikan ini terjadi setelah perusahaan mengumumkan rencana investasi sebesar 45 miliar Euro dalam lima tahun ke depan untuk membangun infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di Prancis.
Di Hong Kong, sentimen pasar terlihat lebih lemah. Kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di level 25.098, lebih rendah dibanding penutupan sebelumnya di 25.182,39. Kondisi ini mengindikasikan pembukaan perdagangan yang cenderung negatif.
Perhatian investor saat ini masih tertuju pada perkembangan hubungan AS dan Iran. Presiden Donald Trump mengatakan dirinya tidak terburu-buru mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah memasuki bulan keempat.
Meski menginginkan penyelesaian damai, Trump dalam wawancara terbaru dengan Fox News menegaskan bahwa opsi lain masih terbuka jika pembicaraan tidak menghasilkan hasil yang diinginkan.
“Jika Anda terburu-buru, Anda tidak akan membuat kesepakatan yang baik. Perlahan tapi pasti kami mendapatkan apa yang kami inginkan, dan jika tidak, kami akan mengakhirinya dengan cara yang berbeda,” ujarnya.
BERITA TERKAIT: