Lengsernya Bayrou menandai jatuhnya perdana menteri kelima Prancis dalam tiga tahun terakhir, di tengah beban utang yang kian menekan ekonomi terbesar kedua di zona euro tersebut.
Indeks CAC 40 Prancis langsung melesat 0,78 persen atau 60,06 poin menjadi 7.734,84 pada penutupan perdagangan Senin 8 September 2025 waktu setempat.
Imbal hasil obligasi pemerintah Prancis bertenor 30 tahun turun 4,4 basis poin ke 4,336 persen. Sebelumnya bulan ini, sempat menyentuh 4,523 persen, level tertinggi sejak Juni 2009.
Indeks pan-Eropa STOXX 600 berakhir menguat 0,52 persen atau 2,83 poin menjadi 552,04 poin.
Indeks DAX Jerman ditutup meningkat 0,89 persen atau 210,15 poin menjadi 23.807,13. FTSE 100 Inggris bertambah 0,14 persen atau 13,23 poin menjadi 9.221,44.
Saham ritel memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,8 persen, diikuti konstruksi dan material 1,7 persen.
Saham perbankan juga melesat 1,5 persen.
Bank Sentral Eropa (ECB) akan merilis keputusan suku bunga pada Kamis pekan ini, dengan mayoritas ekonom memperkirakan tidak ada perubahan seiring inflasi yang mendekati target 2 persen.
Saham energi Eropa naik 0,6 persen mengikuti penguatan harga minyak dunia.
Saham telekomunikasi anjlok 1,5 persen setelah EchoStar sepakat menjual lisensi spektrum nirkabelnya ke SpaceX.
Saham Novo Nordisk menyusut 0,9 persen setelah Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) AS memperketat pengawasan impor bahan obat obesitas karena dikhawatirkan berisiko terhadap keselamatan.
BERITA TERKAIT: