Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/reni-erina-1'>RENI ERINA</a>
LAPORAN: RENI ERINA
  • Senin, 15 Juni 2026, 07:54 WIB
Harga Minyak Dunia Rontok Usai Trump Umumkan Kesepakatan Iran
Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)
rmol news logo Harga minyak dunia turun tajam setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah menyelesaikan kesepakatan yang akan membuka kembali Selat Hormuz.

Pada penutupan perdagangan Minggu, 14 Juni, 2026, waktu setempat, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) anjlok sekitar 4,8 persen ke level 80,80 Dolar AS per barel, sementara minyak Brent yang menjadi acuan global turun 3,9 persen menjadi 83,89 Dolar AS per barel.

Dalam unggahannya di Truth Social, Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah selesai. Ia mengatakan Selat Hormuz akan dibuka kembali tanpa sistem pungutan tol, sementara AS akan mengakhiri blokade angkatan laut terhadap Iran.

“Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” tulis Trump.

Selat Hormuz memiliki peran sangat penting bagi pasar energi global. Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia biasanya melewati jalur sempit yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab tersebut. Namun sejak awal Maret, lalu lintas kapal tanker menurun drastis akibat serangan Iran dan meningkatnya ketegangan militer di kawasan, yang memicu gangguan pasokan minyak terbesar dalam sejarah modern.

Kabar kesepakatan ini langsung mengurangi kekhawatiran investor terhadap risiko gangguan pasokan. Selama beberapa bulan terakhir, harga minyak sempat melonjak karena pasar khawatir konflik akan membuat ekspor minyak dari Timur Tengah terhambat lebih lama.

Optimisme pasar juga diperkuat oleh pernyataan Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang menyebut AS dan Iran telah menyepakati penghentian operasi militer secara langsung dan permanen di berbagai wilayah konflik. Menurut Sharif, kedua negara dijadwalkan menandatangani perjanjian damai resmi di Swiss pada 19 Juni mendatang.rmol news logo article
EDITOR: RENI ERINA

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA