Optimisme tersebut mendorong minat investor karena berpotensi mengakhiri ketegangan di Timur Tengah yang selama ini membebani pasar global dan mengganggu stabilitas pasokan energi dunia.
Korea Selatan menjadi pasar dengan kenaikan terbesar di kawasan Asia. Indeks Kospi melonjak lebih dari 4 persen pada awal perdagangan, sementara indeks Kosdaq yang berisi saham-saham perusahaan berkapitalisasi kecil naik 2,34 persen.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 menguat 3,51 persen, sedangkan indeks Topix bertambah 2,43 persen. Sementara itu, indeks acuan Australia, S&P/ASX 200, naik 1,49 persen.
Untuk Hong Kong, kontrak berjangka indeks Hang Seng berada di level 24.706, sedikit di bawah penutupan sebelumnya yang berada di angka 24.718,10. Meski demikian, sentimen pasar secara keseluruhan tetap positif.
Penguatan terjadi setelah muncul laporan bahwa AS dan Iran telah menyetujui kesepakatan damai yang diharapkan dapat mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah.
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, pada Minggu menyatakan bahwa AS dan Iran telah menyepakati penghentian operasi militer secara segera dan permanen di semua lini. Ia juga mengatakan upacara penandatanganan resmi dijadwalkan berlangsung pada 19 Juni di Swiss. Pakistan disebut berperan sebagai mediator dalam proses perundingan tersebut.
Presiden AS Donald Trump juga mengumumkan perkembangan tersebut melalui media sosial Truth Social. Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran telah selesai, Selat Hormuz akan dibuka kembali tanpa sistem tol, dan blokade angkatan laut AS terhadap Iran akan diakhiri.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Kapal-kapal di dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!” tegasnya.
BERITA TERKAIT: