Peran strategis tersebut dijalankan Pramono dalam forum C40 Mayoral Convening yang mempertemukan para wali kota dan pemimpin kota dari berbagai negara untuk membahas solusi atas tantangan perkotaan, mulai dari perubahan iklim hingga pembangunan berkelanjutan.
Forum ini menjadi penampilan perdana Pramono di panggung internasional sejak ditetapkan sebagai Vice Chair C40 Cities pada April 2026. Posisi tersebut menempatkan Jakarta sebagai salah satu kota yang memiliki peran penting dalam mendorong kolaborasi antarkota di kawasan Asia Pasifik.
Bagi Jakarta, keikutsertaan dalam World Cities Summit bukan sekadar ajang diplomasi kota. Forum ini dimanfaatkan untuk menjaring berbagai inovasi dan solusi guna menjawab persoalan perkotaan, sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota yang nyaman dihuni, ramah lingkungan, dan berdaya saing global.
Selain itu, WCS 2026 juga menjadi momentum bagi Pemprov DKI Jakarta untuk memperluas jejaring kerja sama internasional dan membuka peluang investasi yang dapat mendukung pembangunan berkelanjutan serta pertumbuhan ekonomi daerah.
"Jakarta terbuka terhadap investasi pembiayaan hijau dan kemitraan pemerintah dengan swasta untuk mendukung upaya pendinginan perkotaan. Namun, upaya tersebut juga memerlukan dukungan dari sistem keuangan global," ujar Pramono, Senin, 15 Juni 2026.
Melalui kehadirannya dalam forum tersebut, Jakarta berharap dapat memperkuat peran sebagai kota global yang aktif berkontribusi dalam mencari solusi atas berbagai tantangan perkotaan yang dihadapi dunia saat ini.
BERITA TERKAIT: