Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Rachmat Pambudy berharap agar hal itu dapat meningkatkan daya saing Indonesia.
Dalam pertemuannya dengan CEO BPI Danantara Rosan Roeslani, di Jakarta, Senin 3 Maret 2025, ia menegaskan agar seluruh investasi yang dikelola harus dipastikan dapat memberikan dampak nyata bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan tersebut juga membahas sinergi dan kolaborasi strategis dalam rangka mengatasi permasalahan sosial dan ekonomi, terutama pengentasan kemiskinan, ketahanan pangan, dan penciptaan lapangan kerja berkualitas.
Rachmat Pambudy menilai Danantara berperan krusial dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia 8 persen pada tahun 2029.
"Untuk mengatasi berbagai tantangan pembangunan nasional, pemerintah telah menyusun berbagai program intervensi strategis yang melengkapi peran Danantara," terang Rachmat Pambudy.
Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pangan yang cukup dan berkualitas.
Pemerintah juga fokus pada pembangunan masyarakat, perbaikan sekolah, serta peningkatan infrastruktur di pedesaan.
Saat ini pemerintah melakukan konsolidasi agar semua program dapat terintegrasi dengan baik dalam jangka waktu satu tahun ke depan.
"Danantara berperan dalam mendorong investasi dan menciptakan dampak sosial yang mendukung berbagai program strategis lainnya," ujar Rachmat Pambudy.
BERITA TERKAIT: