Dia berjanji Negeri Dinamit ini akan berinvestasi di empat sektor, yakni industri maÂkanan, energi pengelolaan air dan infrastruktur.
“Perusahaan Denmark memiÂliki kompetensi memadai untuk menggarap sektor-sektor terseÂbut,†kata Dhyr kepada wartawan di Jakarta, kemarin.
Diungkapkan, selama ini seÂbenarnya telah ada beberapa peÂrusahaan Denmark sudah ada yang aktif di Indonesia. Salah satuÂnya bergerak di jasa pelayaÂnan air. Namun, selama ini proÂses penjajakan tersebut tidak meÂliÂbatÂkan pemerintah, dilakukan
business to business.
Dhyr menjelaskan, pihak yang akan berinvestasi di bidang enerÂgi juga swasta. Pemerintah DenÂmark hanya memfasilitasi.
Selain itu, pihaknya ingin meÂningÂkatkan kerja sama perdagaÂngan. Sebab, selama ini nilai kerÂja sama perÂdaÂgaÂngan kedua neÂgara terlalu kecil. Nilainya kuÂrang dari 1 persen pendapatan eksÂpor Denmark. Pihaknya meÂnarÂÂgetkan bisa meningkatkan ekspor ke Indonesia dua kali lipat sebelum 2016.
Dia yakin, kerja sama itu akan mengÂuntungkan kedua negara. Dhyar menolak jika kerja sama diÂlakukan Denmark hanya upaya mencari pasar baru di negara berÂkembang.
“Dengan komitmen investasi yang telah disuarakan beberapa peÂrusahaan Denmark pada saya, hal itu berarti penciptaan lapaÂngan kerja bagi Indonesia. ProÂduk IndoÂnesia juga cukup dimiÂnati warga Denmark, misalnya tekstil dan maÂkanan. Saya rasa peningkatan huÂbungan dagang ini mengunÂtungÂkan kedua piÂhak,†paparnya.
Sekadar informasi, kerja sama perÂdagangan Indonesia dan DenÂÂmark telah terjalin cukup lama. InÂdoneÂsia mengekspor seÂjumlah proÂduk ke negara Eropa Barat itu antara lain sepatu, temÂbaÂkau dan baja. Sebaliknya, DenÂmark mengÂÂÂÂeksÂpor bahan kimia, obat-obatan, perÂmesinan, proÂduk susu dan periÂkanan.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Franky Sibarani menyambut baik kedatangan calon investor DenÂmark ke InÂdoÂnesia. Karena, ekoÂnomi nasional saat ini sangat buÂtuh suntikan dana asing.
“Kalau ada investor yang mau masuk ya kami sambut baik. Kami berharap kehadiran para investor bisa mendorong pengÂusaha lokal agar bisa berkemÂbang, bukan maÂlah meÂmaÂtiÂÂkan,†katanya. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: