Ekspor Tapioka hingga Udang Beku Topang Kenaikan Arus Petikemas IPC TPK Panjang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Kamis, 25 Juni 2026, 23:15 WIB
Ekspor Tapioka hingga Udang Beku Topang Kenaikan Arus Petikemas IPC TPK Panjang
Peti Kemas. (Foto: Dokumentasi IPC TPK)
rmol news logo PT IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) mencatat pertumbuhan arus peti kemas di Terminal Petikemas Panjang Lampung di lima bulan pertama 2026. 

Hingga Mei 2026, throughput atau volume terminal tercatat mencapai 50.287 TEUs atau naik 7,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang tercatat sebanyak 46.824 TEUs.

Senior Manager Sekretariat Perusahaan IPC TPK Daniel Setiawan mengatakan kenaikan tersebut terjadi karena meningkatnya aktivitas distribusi barang dan perdagangan di wilayah Lampung dan sekitarnya.

“Pertumbuhan throughput di Area Panjang yang berada di atas rata-rata pertumbuhan IPC TPK secara nasional menunjukkan peran strategis terminal dalam mendukung kelancaran arus logistik dan perdagangan di wilayah Lampung," ujar Daniel dalam keterangan resmi yang diterima redaksi di Jakarta, Kamis, 25 Juni 2026.

Menurut Daniel, pertumbuhan tersebut terutama didorong oleh peningkatan ekspor sejumlah komoditas unggulan dari Lampung. Komoditas tapioca starch menjadi penyumbang pertumbuhan terbesar dengan kenaikan mencapai 267,37 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, ekspor frozen shrimp atau udang tumbuh 28,90 persen, nanas meningkat 22,93 persen, dan refined glycerine naik 21,90 persen secara tahunan.

Kinerja positif juga terlihat pada arus peti kemas domestik maupun internasional. Hingga Mei 2026, throughput domestik mencapai 28.163 TEUs atau naik 10,04 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara throughput internasional tercatat 22.124 TEUs atau tumbuh 4,21 persen secara tahunan.

Peningkatan aktivitas logistik tersebut sejalan dengan membaiknya kinerja perdagangan Provinsi Lampung. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, nilai ekspor daerah itu pada April 2026 mencapai 504,59 juta Dolar AS atau melonjak 43,29 persen dibandingkan April tahun lalu. Adapun nilai impor tercatat sebesar 172,40 juta Dolar AS, meningkat 51,56 persen secara tahunan.

Secara korporasi, capaian Area Panjang turut menopang pertumbuhan trafik peti kemas IPC TPK secara nasional. Hingga Mei 2026, perusahaan membukukan throughput sebesar 1,49 juta TEUs atau meningkat 6,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dengan pertumbuhan 7,4 persen, Area Panjang menjadi wilayah dengan pertumbuhan throughput tertinggi kedua di lingkungan IPC TPK. rmol news logo article


Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA