Kepala Negara mengungkapkan bahwa kapasitas produksi pertanian nasional terus meningkat sehingga mulai menghasilkan surplus untuk beberapa komoditas strategis.
“Alhamdulillah, kita sekarang sudah mulai ekspor,” ujar Prabowo dalam pidatonya di Gorontalo, dikutip Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut Prabowo, sejumlah negara telah mengajukan permintaan pasokan pupuk dari Indonesia. Dengan kondisi produksi yang melimpah dan kebutuhan dalam negeri yang semakin tercukupi, pemerintah membuka peluang untuk memenuhi permintaan tersebut.
“Dan mereka (negara lain) minta apakah boleh kita jual ke mereka. Saya bilang jual, kirim ke mereka,” ungkapnya.
Tidak hanya pupuk, permintaan terhadap beras dan jagung Indonesia juga terus berdatangan dari berbagai negara.
Kondisi ini, kata Prabowo, menjadi indikator bahwa sektor pertanian nasional menunjukkan perkembangan yang semakin kuat dan mampu bersaing di pasar internasional.
“Negara-negara banyak yang minta pupuk dari kita. Negara-negara lain banyak minta beras dari kita. Jagung dari kita,” katanya.
Meski demikian, Prabowo menegaskan bahwa kepentingan petani harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan ekspor. Pemerintah tidak akan membuka keran ekspor apabila harga yang diterima petani tidak memberikan keuntungan yang layak.
“Silakan. Asal harganya benar,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Prabowo juga memastikan bahwa kesejahteraan petani akan menjadi pertimbangan utama pemerintah.
Dia bahkan menanyakan langsung kondisi para petani yang hadir terkait keuntungan usaha tani yang mereka peroleh saat ini.
“Petani jangan rugi. Betul? Bagaimana sekarang? Petani sudah cukup untung? Sudah belum? Sudah? Mau untung lagi? Ya pasti!,” ujar Prabowo yang disambut tepuk tangan meriah para peserta acara.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: