“Waktu ada pelarangan stop
impor hoÂrtikultura, kita jadi seÂmaÂngat. Makanya jangan seperti hangat-hangat kotoran ayam. Penyakit imÂpor ini yang bikin kacau seÂlama ini,†kata Fadel dalam SeÂminar Perkebunan di Galeri NaÂsional, Jakarta, kemarin.
Dia usul pemerintah membuat aturan yang tegas. Politisi Golkar ini yakin, aturan yang tegas akan membangkitkan semangat petani meningkatkan produksi.
Fadel mengakui, saat ini proÂduktivitas hasil kebun belum memÂperlihatkan peningkatan yang cukup signifikan untuk meÂmeÂnuhi seluruh kebutuhan dalam neÂgeri. Namun, Indonesia tidak boÂÂleh tergantung imÂpor.
Dikatakan, Pemerintah harus semangat mengÂhentikan impor dengan memÂÂberikan dukungan terhadap peÂningÂkatan produksi perkebuÂnan lokal. Saat ini perÂkemÂbangan perkebunan di IndoÂnesia lamban karena
research and development di bidang perkeÂbunan tertinggal.
“Lembaga riset mengakui kuÂrang mendapatkan dana. Kita terÂtinggal dengan Brasil dan MaÂlayÂsia,†kata bekas Menteri Kelautan Dan Perikanan itu.
Selain itu, Sumber Daya MaÂnusia (SDM) yang terjun ke sekÂtor perkebunan sangat terÂbatas. Menurutnya, sebenarnya baÂnyak SDM yang hebat di negeri ini, tetapi mereka tidak bekerja di perkeÂbunan.
Untuk mengembangan proÂdukÂsi perkebunan, dia menyaÂranÂkan pemerintah melakukan seÂjumlah langkah strategis. Di anÂtaÂranya, memaksimalkan proÂdukÂtiÂvitas lahan, revitalisasi sistem inti plasÂma yang
pro job, pro poor, pro growth dan
pro enviÂronÂment, reÂvitalisasi sarana dan praÂsarana, rekonstruksi hiÂlirisasi, reformuÂlasi pasar dalam negeri dan luar negeri.
Seperti diketahui, pemerintah telah melakukan pembatasan imÂpor hortikultura. Tapi kebijakan itu hanya sementara. Kebijakan terÂsebut diatur dalam sejumlah PerÂaturan Menteri. Amerika Serikat (AS) keÂbeÂratan dengan kebijakan pemÂbaÂtasan tersebut terutama produk heÂwan, dan melaporkan IndoÂneÂsia ke
World Trade OrgaÂnization (WTO) atau Organisasi Perdagangan DuÂÂÂnia.
WTO belum lama ini mengÂgelar mediasi, forum konÂsuÂlÂtasi antara AS dan InÂdoÂnesia. Namun hasilnya belum diketahui. MenuÂrut Menteri PerÂtanian SusÂwono, AS meÂngajukan baÂnyak pertaÂnyaÂan keÂpada IndoÂneÂsia soal kebiÂjakÂan pemÂbaÂtasan impor horÂtiÂkultura. “Ada 99 pertanyaan dari AmeÂrika, ada yang sudah seÂsuai deÂngan kebijakan WTO, tapi ada yang harus dibahas duÂlu,†kata SusÂwono. [Harian Rakyat Merdeka]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: