Dikutip dari
BBC, Kamis 8 Oktober 2026, Shiranthi, 73 tahun, ditangkap di kediamannya di Kolombo pada Rabu. Penangkapan dilakukan dua hari setelah ia kembali ke Sri Lanka dari Singapura, tempat ia menjalani perawatan medis.
Ia diperiksa terkait dana sebesar 10 juta rupee Sri Lanka atau sekitar 30.300 Dolar AS yang dikumpulkan melalui badan amal Siriliya Saviya. Dana tersebut disebut diperuntukkan membeli alat pemindai khusus bagi Rumah Sakit Anak Lady Ridgeway di Kolombo.
Namun, otoritas Sri Lanka mengatakan alat pemindai yang dimaksud ternyata telah lebih dulu disumbangkan oleh pemerintah China. Kondisi itu kemudian memicu pertanyaan mengenai penggunaan dana yang sudah terlanjur dikumpulkan.
Shiranthi membantah melakukan kesalahan dan menegaskan uang tersebut tidak disalahgunakan. Juru bicara Mahinda Rajapaksa, Manoj Gamage, juga mengatakan dana tersebut masih berada di rekening Siriliya Saviya dan tidak ada penipuan.
"Uang tersebut aman di rekening Siriliya dan tidak terjadi penipuan," kata Gamage.
Sebelum ditangkap, Shiranthi telah mengajukan petisi ke pengadilan untuk mencegah penangkapannya. Namun, sidang atas permohonan tersebut baru dijadwalkan pada 12 Oktober.
Kasus ini menambah panjang daftar persoalan hukum yang membayangi keluarga Rajapaksa. Mahinda Rajapaksa merupakan presiden Sri Lanka pada 2005-2015 dan pernah menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di negara tersebut. Ia mendapat dukungan besar setelah pemerintahannya mengakhiri perang saudara melawan pemberontak Macan Tamil pada 2009.
Namun, pengaruh keluarga Rajapaksa kemudian merosot tajam. Pada 2022, gelombang demonstrasi besar terjadi setelah Sri Lanka dilanda krisis ekonomi, inflasi tinggi, serta kelangkaan bahan bakar, makanan, dan obat-obatan. Adik Mahinda, Gotabaya Rajapaksa, yang saat itu menjadi presiden, akhirnya terpaksa meninggalkan jabatannya.
Di bawah Presiden Anura Kumara Dissanayake, penyelidikan terhadap dugaan korupsi yang melibatkan keluarga Rajapaksa kembali digencarkan. Putra Mahinda dan Shiranthi, Namal Rajapaksa, telah ditangkap tahun ini terkait dugaan kasus dalam kesepakatan pengadaan pesawat pada masa pemerintahan ayahnya. Saudara Namal, Yoshitha Rajapaksa, juga ditangkap dalam kasus dugaan korupsi.
BERITA TERKAIT: