Angkatan Darat Iran menyatakan selain korban tewas, sebanyak 32 awak kapal lainnya mengalami luka-luka akibat serangan tersebut.
“Militer Iran mengatakan pada hari Minggu, 8 Maret 2026, bahwa 104 anggota awak kapal perang Iran IRIS Dena tewas dan 32 lainnya terluka dalam serangan AS pekan lalu,” demikian laporan
IRNA, seperti dikutip Senin, 9 Maret 2026.
Menurut laporan tersebut, kapal perang itu diserang oleh Angkatan Laut AS pada 4 Maret lalu di perairan dekat Galle, ketika sedang dalam perjalanan pulang dari latihan angkatan laut Milan Peace 2026 di India.
Washington juga mengonfirmasi bahwa serangan terhadap kapal Iran dilakukan oleh kapal selam Angkatan Laut AS yang meluncurkan torpedo ke arah kapal tersebut.
Pemerintah Sri Lanka menyatakan telah meluncurkan operasi penyelamatan bersama setelah menerima sinyal darurat dari kapal di lepas pantai selatan dekat kota Galle.
Serangan terjadi ketika AS dan Israel terus melanjutkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran sejak 28 Februari.
Menurut otoritas Iran, serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei, serta melukai lebih dari 10.000 lainnya.
Sebagai balasan, Tehran meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel, Irak, Yordania, serta negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan militer AS.
BERITA TERKAIT: