Serangan tersebut dikonfirmasi Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth sebagai kejadian pertama kali setelah perang dunia II.
Sementara itu, Pemerintah Sri Lanka mengumumkan telah menemukan sejumlah jenazah dan mengevakuasi 32 pelaut yang terluka di luar batas perairan teritorial negara tersebut.
Diberitakan
Al Jazeera, otoritas setempat menerima sinyal darurat dari fregat Iran, IRIS Dena sekitar 40 mil laut (75 kilometer) dari Galle, Sri Lanka bagian selatan. Sinyal darurat tersebut dikirim antara pukul 06.00 hingga 07.00 pagi waktu setempat.
Hingga kini, operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung terhadap kapal pembawa sekitar 180 awak tersebut.
Fregat Iran itu diketahui tengah dalam perjalanan kembali usai mengikuti International Fleet Review 2026 yang digelar bulan lalu di Kota Vishakapatnam, pesisir timur India.
Menteri Luar Negeri Sri Lanka, Vijitha Herath mengatakan, angkatan laut menerima informasi kapal dalam kondisi darurat, sehingga pemerintah segera mengerahkan kapal perang dan pesawat angkatan udara untuk misi penyelamatan.
BERITA TERKAIT: