Dalam kunjungannya, Kapolri menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama Polri. Untuk itu, Polri bersama seluruh unsur terkait terus memperkuat penanganan bencana, mulai dari pencarian dan pertolongan atau SAR, evakuasi korban, penanganan tanggap darurat, pelayanan kesehatan, hingga penyaluran bantuan logistik dan kebutuhan dasar masyarakat.
“Polri akan terus berkomitmen untuk membersamai masyarakat dalam menghadapi masa-masa sulit ini, serta bersinergi dengan TNI, BNPB, pemerintah daerah, dan seluruh stakeholder terkait guna mempercepat penanganan bencana, pemulihan wilayah terdampak, serta menjamin keamanan dan keselamatan masyarakat,” ujar Kapolri.
Sejauh ini, tercatat 1.245 orang menjadi korban bencana. Rinciannya, 67 orang meninggal dunia, 509 orang luka berat, dan 669 orang luka ringan. Sementara itu, sebanyak 27.700 orang masih berada di pengungsian yang tersebar di 107 titik pada tujuh kabupaten.
Untuk mempercepat koordinasi penanganan, Polri telah membentuk delapan Posko Tanggap Bencana. Satu posko berada di Labuan Bajo, sedangkan tujuh posko lainnya berada di Polres yang wilayahnya terdampak bencana.
Kapolri menjelaskan, posko tersebut berfungsi sebagai pusat pelayanan dan koordinasi penanganan masyarakat, sekaligus untuk menginventarisasi berbagai kebutuhan yang berkembang di lapangan.
Polri juga telah mengirimkan 236 personel bantuan BKO ke Polda NTT. Personel tersebut diperkuat dengan kemampuan SAR dan evakuasi, pelayanan kesehatan, K9, trauma healing, pengamanan, hingga dukungan pendistribusian bantuan.
Selain personel, Polri telah mengirimkan 247,66 ton bantuan logistik dan kemanusiaan yang berasal dari Mabes Polri dan lima Polda jajaran. Bantuan tersebut berupa bahan makanan, kebutuhan sandang, perlengkapan pengungsian, obat-obatan, serta berbagai kebutuhan dasar lainnya.
“Semoga bantuan tersebut dapat meringankan beban masyarakat serta membantu memenuhi kebutuhan selama berada di lokasi pengungsian,” kata Kapolri.
BERITA TERKAIT: