Komitmen Kapolri Berantas Premanisme di Kawasan Industri Patut Diacungi Jempol

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Senin, 14 September 2026, 20:09 WIB
Komitmen Kapolri Berantas Premanisme di Kawasan Industri Patut Diacungi Jempol
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat menghadiri puncak HUT ke-53 Federasi Serikat Pekerja Tekstil, Sandang dan Kulit (FSP TSK) KSPSI AGN di Sukabumi, Senin, 14 September 2026. (Foto: Dok. Polri)
Kecil Besar
rmol news logo Komitmen Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberantas pungutan liar (pungli), premanisme, dan berbagai tindak kejahatan di kawasan industri sangat penting demi menjaga kepastian hukum sekaligus iklim investasi di Indonesia.

"Bagus kalau Polri berkomitmen untuk memberantas premanisme. Kita, masyarakat, pasti dukung dan apresiasi," kata Guru Besar Universitas Padjadjaran, Prof Romli Atsasmita dalam keterangan tertulisnya, Senin, 14 September 2026.

Premanisme di kawasan industri bukan sekadar menimbulkan kerugian finansial bagi pengusaha. Praktik tersebut juga dapat mencoreng kepastian hukum dan mengganggu kepercayaan investor.

"Premanisme sudah terjadi sejak dulu. Entah preman yang bergerombol tanpa nama, atau itu preman yang berbaju ormas. Kehadiran mereka melemahkan kepastian hukum," kata Romli.

Keamanan dan penegakan hukum menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor ketika menentukan Indonesia sebagai tujuan investasi. Karena itu, Romli berharap komitmen Kapolri tersebut tidak berhenti pada pernyataan, tetapi diwujudkan melalui penindakan nyata di lapangan.

"Implementasi nyata berupa respons cepat terhadap laporan, penindakan tegas terhadap pelaku pungli dan premanisme, serta pengawasan berkelanjutan di kawasan industri menjadi ukuran keberhasilan yang paling konkret," tandasnya.

Kapolri sebelumnya menyampaikan perintah tegas kepada seluruh jajaran kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan terkait pungli, premanisme, dan kejahatan lainnya yang mengganggu aktivitas industri.

Hal itu disampaikan Listyo Sigit saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 11 September 2026.

Kegiatan bertema "Hubungan Industrial Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi" itu dihadiri sekitar 2.000 pekerja dari kurang lebih 1.200 perusahaan di kawasan MM2100 dan sekitarnya.

Di hadapan peserta, Kapolri meminta perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun tindak kejahatan lainnya segera melapor kepada kepolisian.

"Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan laporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia," tegas Listyo Sigit. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: DIKI TRIANTO

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA