"Bagus kalau Polri berkomitmen untuk memberantas premanisme. Kita, masyarakat, pasti dukung dan apresiasi," kata Guru Besar Universitas Padjadjaran, Prof Romli Atsasmita dalam keterangan tertulisnya, Senin, 14 September 2026.
Premanisme di kawasan industri bukan sekadar menimbulkan kerugian finansial bagi pengusaha. Praktik tersebut juga dapat mencoreng kepastian hukum dan mengganggu kepercayaan investor.
"Premanisme sudah terjadi sejak dulu. Entah preman yang bergerombol tanpa nama, atau itu preman yang berbaju ormas. Kehadiran mereka melemahkan kepastian hukum," kata Romli.
Keamanan dan penegakan hukum menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor ketika menentukan Indonesia sebagai tujuan investasi. Karena itu, Romli berharap komitmen Kapolri tersebut tidak berhenti pada pernyataan, tetapi diwujudkan melalui penindakan nyata di lapangan.
"Implementasi nyata berupa respons cepat terhadap laporan, penindakan tegas terhadap pelaku pungli dan premanisme, serta pengawasan berkelanjutan di kawasan industri menjadi ukuran keberhasilan yang paling konkret," tandasnya.
Kapolri sebelumnya menyampaikan perintah tegas kepada seluruh jajaran kepolisian untuk segera menindaklanjuti laporan terkait pungli, premanisme, dan kejahatan lainnya yang mengganggu aktivitas industri.
Hal itu disampaikan Listyo Sigit saat menghadiri Konsolidasi Akbar Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) di Kawasan Industri MM2100, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 11 September 2026.
Kegiatan bertema "Hubungan Industrial Berkeadilan dan Kondusivitas Investasi" itu dihadiri sekitar 2.000 pekerja dari kurang lebih 1.200 perusahaan di kawasan MM2100 dan sekitarnya.
Di hadapan peserta, Kapolri meminta perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun tindak kejahatan lainnya segera melapor kepada kepolisian.
"Bagi pengusaha dan perusahaan yang masih menemukan aksi premanisme, pungli, maupun kejahatan lainnya, silakan laporkan. Saya minta kepolisian segera menindaklanjuti agar investor tidak ragu untuk masuk ke Indonesia," tegas Listyo Sigit.
BERITA TERKAIT: