Saham Anjlok di Bawah Gocap, GoTo: Fundamental Bisnis Tetap Kuat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/alifia-dwi-ramandhita-1'>ALIFIA DWI RAMANDHITA</a>
LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA
  • Senin, 28 September 2026, 14:23 WIB
Saham Anjlok di Bawah Gocap, GoTo: Fundamental Bisnis Tetap Kuat
Gedung PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (Foto: RMOL)
Kecil Besar
rmol news logo Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) merosot ke level Rp43 per lembar pada perdagangan Senin, 28 September 2026.

Tekanan terhadap saham emiten teknologi tersebut terjadi bersamaan dengan mulai berlakunya aturan baru Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menghapus batas minimum harga saham Rp50 atau gocap menjadi Rp1.

Berdasarkan data BEI hingga pukul 13.45 WIB, saham GOTO tercatat anjlok 14 persen ke Rp43 per lembar. Dengan mempertimbangkan fraksi harga, penurunan tersebut telah menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) sebesar 15 persen.

Tekanan jual juga terlihat dari antrean saham GOTO di level Rp43 yang mencapai sekitar 1,04 miliar lot. Sementara nilai transaksi saham GOTO tercatat sekitar Rp5,2 miliar.

Head of Corporate Affairs GoTo, Audrey Petriny mengatakan, penurunan harga saham GOTO saat ini lebih dipengaruhi faktor teknis seiring perubahan aturan perdagangan di BEI, bukan mencerminkan kondisi fundamental perseroan.

"Harga saham GoTo saat ini tidak mencerminkan fundamental bisnis yang terus menguat. Dinamika harga saham lebih disebabkan oleh aspek teknis menyusul aturan baru BEI terkait batas bawah harga saham yang tidak lagi di Rp50," kata Audrey.

Menurutnya, kinerja bisnis GoTo justru masih menunjukkan pertumbuhan positif. Pada kuartal II/2026, perseroan kembali membukukan laba bersih Rp252 miliar, sekaligus mencatatkan laba selama dua kuartal berturut-turut.

Dari sisi pendapatan, GoTo mencatat pendapatan bersih Rp5,7 triliun. Sementara adjusted EBITDA perseroan telah menembus lebih dari Rp1 triliun.

"Kami juga tetap berada di jalur yang tepat untuk mencapai pedoman EBITDA yang disesuaikan untuk setahun penuh sebesar Rp3,2-Rp3,4 triliun," ujarnya.

Audrey menegaskan, perseroan juga berkomitmen untuk terus memperkuat kinerja bisnis di tengah tekanan harga saham.

"Kami tetap fokus memperkuat kinerja bisnis yang kami yakini akan menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi para pemegang saham," tandasnya.rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: DIKI TRIANTO
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA