Hal itu disampaikan Ketua Bawaslu Rahmat Bagja dalam acara virtual Forum Insan Cita bertemakan "Plus Minus Pilkada 2024" (Evaluasi Pilkada 2024 dan Penyempurnaan Pilkada Berikutnya), Minggu malam, 8 Desember 2024.
Bagja mengatakan pada pemilu sebelum-sebelumnya dilaksanakan pada bulan Juni atau April.
“Kenapa di bulan Juni dan April tidak ada hujan di bulan-bulan tersebut. Tapi kemudian atas keputusan politik dan lain-lain itu jadikan November dan Februari dan saya mas afif ini mengalami perubahan dadi 2019 dan 2024,” kata Rahmat Bagja.
Ia berharap pemerintah perlu mempertimbangkan konsep geografi Indonesia lantaran hujan merupakan salah satu kendala penyelenggara pemilu dalam melaksanakan pesta demokrasi lima tahunan itu.
“Ke depan sepertinya kita harus kembalikan pada konsep geografi nya Indonesia hujan itu di bulan kapan sehingga kemudian election day itu tidak di bulan hujan karena sekarang kan pasti bulan November ini banyak hujan,” ucapnya.
“Itulah yang menjadi saya kira ke depan harus seperti itu pemilihan tanggal election day tidak hanya dilatarbelakangi oleh politik tapi dilatarbelakangi oleh kondisi geografi dan demografi di Indonesia sehingga kemudian bisa menjadi faktor membantu teman-teman KPU dalam mendistribusikan logistik,” tutupnya.
BERITA TERKAIT: