"Perang ini bukti upaya AS-Israel untuk menunjukan super powernya sebagai negara adidaya dan adikuasa di dunia ini," kata pemerhati masalah sosial dan politik Adian Radiatus dalam keterangannya, Selasa 10 Maret 2036.
Dalam konflik di Timur Tengah ini, kata Adian, terlihat jelas Iran memperlihatkan suatu strategi perang yang membuat AS-Israel terhenyak meskipun berusaha tampak tenang dan terkendali.
"Harapan perang selesai dalam 2x24 jam sirna," kata Adian.
Pasalnya, Iran justru meluaskan peperangan ke negara-negara sekutu AS di dunia Arab yang notabene adalah pemeluk Islam meski mungkin beda aliran.
"Ini adalah perang tidak seimbang, tetapi Iran berhasil menunjukan bahwa pemilik jiwa patriotik," kata Adian.
Dalam hal ini Iran memperoleh kemenangan moril yang luar biasa meskipun akhir perang belum tentu dimenangkannya.
BERITA TERKAIT: