Demikian disampaikan Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (Depinas) Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Ali Wongso Sinaga saat membuka dialog kebangsaan dan buka puasa bersama di Jakarta, Rabu 11 Maret 2026.
"Golkar harus melaksanakan motto Suara Rakyat, Suara Golkar," kata Ali Wongso.
Sementara narasumber pengamat politik dari Universitas Muhammadyah Jakarta Prof. Dirgantara Wicaksana mendorong Golkar mewujudkan mottonya mewujudkan motonya dalam bentuk tindakan dan perilaku seluruh kadernya.
"Jadi motto Suara Rakyat, Suara Golkar bukan sebatas motto, namun betul-betul dirasakan rakyat Indonesia," kata Dirgantara.
Sedangkan pengamat politik dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta, Muhammad Busro Asmuni menilai, tantangan Golkar cukup berat dalam merealisasikan mottonya.
"Cukup berat, karena dalam survei terakhir yang ditayangkan berbagai lembaga publik, memposisikan Partai Golkar di posisi ketiga dengan presentase 8,9 persen sebagai partai yang disukai rakyat," kata Busro.
Posisi parpol pimpinan Bahlil Lahadalia itu berada di bawah Partai Gerindra di nomor urut satu dan PDI Perjuangan di nomor urut dua.
"Sehingga untuk tetap di posisi nomor dua seperti di Pemilu 2024, Partai Golkar harus bersungguh-sungguh dalam memperjuangkan mottonya," kata Busro.
BERITA TERKAIT: