Dalam pernyataannya pada Senin, 9 Maret 2026, Trump mengatakan perang akan terus berlangsung hingga Iran benar-benar dikalahkan. Meski begitu, ia memperkirakan konflik tersebut tidak akan berlangsung lama.
“Perang ini akan selesai cukup cepat. Dalam banyak hal kita sudah menang, tetapi belum cukup,” kata Trump kepada para anggota Partai Republik, seperti dikutip dari
Reuters, Selasa 10 Maret 2026.
Trump tidak menjelaskan secara rinci seperti apa bentuk kemenangan yang dimaksud AS dalam perang tersebut.
Pernyataan itu muncul di tengah situasi yang menunjukkan Iran justru semakin bersatu di bawah pemimpin tertinggi barunya, Mojtaba Khamenei. Ia ditunjuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas akibat serangan Israel pada hari pertama perang.
Penunjukan Mojtaba Khamenei menandakan kelompok garis keras kini memegang kendali kuat di Iran. Hal ini juga menjadi sinyal bahwa Iran tidak berniat mundur dari konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.
Di berbagai kota Iran, media pemerintah menayangkan aksi massa besar yang menunjukkan dukungan kepada pemimpin baru tersebut. Ribuan orang berkumpul sambil membawa bendera Iran dan foto Ali Khamenei, sementara militer Iran menyatakan akan meningkatkan serangan rudal sebagai bentuk perlawanan terhadap serangan AS dan Israel.
BERITA TERKAIT: