Kepolisian Negara Republik Indonesia
HEAD POLRI

Api Cepat Menjalar, Polri: Karena Cleaning Service Kejagung Pakai Pembersih Mengandung Solar Dan Thinner

Gedung Utama Kejaksaan Agung yang hangus terbakar/Net

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo menjelaskan mengapa api begitu cepat menjalar keseluruh ruangan Gedung Utama Kejaksaan Agung.

Kebakaran hebat itu terjadi hampir 11 jam, karena baru bisa dipadamkan pada Minggu 23 Agustus pukul 06.20 setelah api mulai membesar pada Sabtu malam 22 Agustus 2020 sekitar pukul 19.15.

"Karena ada minyak lobby (minyak pembersih) yang biasa digunakan oleh cleaning service (Kejaksaan Agung) di setiap gedung dan lantai untuk melakukan pembersihan," kata Ferdy kepada wartawan di Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (23/10).

Setelah dilakukan penelitian secara ilmiah oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri terhadap temuan hasil olah TKP di lapangan bahwa di setiap lantai Gedung Utama Kejaksaan Agung mengandung fraksi (pengelompokan) solar dan Thinner.

"Dan hasil dari penyidikan bahwa (cairan pembersih) itulah yang mempercepat akseleran penjalaran api di gedung Kejaksaan. Adanya penggunan minyak lobby sebegai pembersih lantai yang digunakan bermerek top cleaner," tandas Ferdy.

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan selama 63 hari dan melakukan pemeriksaan terhadap 64 orang saksi. Tim gabungan penyidik Bareskrim dan Kejaksaan Agung menyimpulkan penyebab kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung karena unsur kelalaian bukan kesengajaan.

Pada saat peristiwa kebakaran hebat pada Sabtu 22 Agustus 2020 itu, terdapat lima orang tukang yang telah ditetapkan sebagai tersangka tengah melakukan pekerjaan di lantai 6 aula Kepegawaian Kejaksaan Agung.

Namun, kata Ferdy, tukang tersebut selain melakukan kegiatan atau pekerjaan yang ditugaskan, mereka juga melakukan tindakan atau kegiatan yang seharusnya tidak boleh dilakukan oleh mereka yaitu merokok di ruangan tempat mereka bekerja.

"Disimpulkan tidak ada kesengajaan dari mereka untuk melakukan pembakaran tetapi karena kelalaiannya,” pungkas mantan Korspripim Tito Karnavian itu.

Dalam kasus kebakaran ini, Bareskrim menetapkan delapan orang tersangka yakni T, H, S, K, dan IS, berprofesi sebagai kuli bangunan dan satu mandor tukang inisial UAM. Sementara dua tersangka lainnya yakni, Direktur Utama PT APM berinisial R dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Kejagung dengan inisial NH. Para tersangka dijerat pasal 188, 55 dan 56 KUHP dengan ancman hukuman lima tahun penjara

EDITOR: IDHAM ANHARI

Artikel Lainnya

Gubernur-Wagub DKI Positif, Begini Pesan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran

Gubernur-Wagub DKI Positif, Be..

Kamis, 03 Desember 2020
Bahas Pengamanan Pilkada, Pagi Ini Kabareskrim Akan Sowan Ke KPU Dan Bawaslu

Bahas Pengamanan Pilkada, Pagi..

Kamis, 03 Desember 2020
Kapolda Jatim Bareng Pangdam Brawijaya Sowan Ke Ulama Madura KH Ali Badri

Kapolda Jatim Bareng Pangdam B..

Rabu, 02 Desember 2020
Laskar FPI Halangi Penyidik Berikan Surat Panggilan, Polisi: Negara Kita Negara Hukum Suportif Dong

Laskar FPI Halangi Penyidik Be..

Rabu, 02 Desember 2020
Polisi Duga Kelompok MIT Bunuh Warga Tak Berdosa Karena Bekal Makanan Habis

Polisi Duga Kelompok MIT Bunuh..

Rabu, 02 Desember 2020
Polisi Lakukan Penyelidikan Peristiwa Massa Geruduk Rumah Ibunda Mahfud MD Di Madura

Polisi Lakukan Penyelidikan Pe..

Rabu, 02 Desember 2020
Polri: Benny Wenda Cuma Provokasi, Papua Seluruhnya Kondusif Dan Masih Sah Di Bawah NKRI

Polri: Benny Wenda Cuma Provok..

Rabu, 02 Desember 2020
Kapolri Tekankan Para Pati Dan Kombes Di Luar Stuktur Jadi Pelopor Pelaksanaan Protokol Kesehatan

Kapolri Tekankan Para Pati Dan..

Rabu, 02 Desember 2020
Kepolisian Negara Republik Indonesia