Menurut Fahira, berbagai kemajuan yang telah dicapai Jakarta dalam bidang ekonomi, transportasi, digitalisasi layanan publik, hingga penguatan peran sebagai kota global patut diapresiasi. Namun di saat yang sama, Jakarta masih menghadapi sejumlah tantangan mendasar yang harus terus menjadi prioritas pembangunan.
“Pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat harus tetap menjadi fokus utama pembangunan,” kata Fahira, dikutip Minggu 21 Juni 2026.
Fahira mengungkapkan setidaknya terdapat lima kebutuhan dasar yang masih menjadi tantangan besar Jakarta ke depan, yakni hunian layak dan terjangkau, akses air bersih yang merata, sanitasi dan pengelolaan air limbah yang modern, ketahanan banjir dan infrastruktur drainase, dan ruang terbuka hijau dan ruang publik berkualitas.
“Ruang publik yang baik akan memperkuat kesehatan masyarakat, interaksi sosial, serta menciptakan kota yang lebih manusiawi,” kata Fahira.
Fahira meyakini bahwa berbagai tantangan tersebut sejatinya saling berkaitan dan membutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan masyarakat.
“Menuju usia lima abad, Jakarta memiliki peluang besar untuk menjadi kota global yang tidak hanya modern dan kompetitif, tetapi juga adil, nyaman, sehat, dan ramah bagi seluruh warganya,” pungkas Fahira.
BERITA TERKAIT: