"Sayangnya, sampah bertebaran sepanjang pantai. Di pasir, hingga di bebatuan dalam impitan batu," kata Khairul, salah seorang pengunjung, kepada
RMOLAceh, Sabtu, 1 Februari 2025.
Pantauan
RMOLAceh, sampah yang ditemukan di lokasi beragam, mulai dari plastik jajanan hingga bungkus makanan ringan. Padahal, pihak pengelola telah menyediakan tempat sampah serta papan larangan membuang sampah sembarangan.
Kurangnya kesadaran pengunjung dalam menjaga kebersihan dinilai sebagai penyebab utama pencemaran ini. Khairul menilai kebiasaan membuang sampah sembarangan sebagai tindakan yang merusak lingkungan dan mengancam daya tarik pantai.
"Ini kebiasaan buruk yang harus segera diubah. Jika dibiarkan, pantai ini akan kehilangan daya tariknya," ujarnya.
Pantai Syiah Kuala terletak di Kecamatan Syiah Kuala, hanya sekitar 9 kilometer dari pusat Kota Banda Aceh. Destinasi ini terkenal dengan panorama matahari terbenamnya yang indah serta pasir hitamnya yang sering dimanfaatkan sebagai terapi bagi penderita stroke.
Namun, kondisi pantai yang semakin kotor membuat wisatawan khawatir akan kelangsungan keindahan alamnya. Khairul pun mengajak semua pihak, baik pengelola maupun pengunjung, untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan.
"Banda Aceh katanya center bagi wilayah lain, masak bersampah gini, malu dong. Jangan tunggu pemerintah saja. Mulai dulu dari kita," imbaunya.
BERITA TERKAIT: