Mereka datang untuk ikut serta dalam “Forum Koordinasi Protokoler Tahun 2018†yang digelar hingga besok, Jumat (16/11),
“Selamat datang,†sambut Sesjen MPR Ma’ruf Cahyono dalam keterangan tertulisnya.
Ma’ruf menjelaskan bahwa protokoler kerap digambarkan sebagai insan-insan yang serba tahu. Sehingga saat ditanya apa saja bisa menjawab.
“Artinya, mereka adalah sosok yang sangat luar biasaâ€, ucapnya.
Koordinasi protokoler, sambungnya, dimaksudkan untuk membuat para protokoler saling bersinergi. Selain itu, dia berharap terjadi tukar pikiran mengenai keprotokolan.
“Ada aturan umum mengenai keprotokolan, tapi masing-masing lembaga memiliki keprotokolan tersendiri dengan karakteristik yang ada. Di sinilah perlu ada
sharing sebab ada aturan keprotokolan yang belum dipahami pihak yang lain,†urainya.
Dia kemudian mencontohkan posisi keprotokoleran MPR sebelum era reformasi. Saat itu, MPR merupakan lembaga tertinggi. Sebagai lembaga tertinggi maka segala hal yang terkait MPR selalu ditempatkan nomor satu, mulai dari posisi duduk hingga nomer surat.
Hal inilah yang menurutnya bisa menjadi bahan diskusi dalam forum tersebut untuk membahas keprotokolan antarlembaga negara selepas reformasi.
“Sebab MPR sekarang menjadi lembaga setara dengan lainnyaâ€, ungkapnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: