"Menurut saya demokrasi langsung itu tidak bisa berjalan efektif ketika rakyatnya masih banyak yang miskin," ujar Mahyudin.
Dia menganalogikan dengan pertandingan sepakbola, rakyat yang miskin tersebut ibarat lapangan yang becek.
"Pertandingan bola tidak bisa bermain cantik kalau lapangannya becek. Sehingga rules-nya pun bisa berubah-ubah di tengah jalannya pertandingan," selorohnya.
Menurut mantan politisi Partai Golkar itu, sebelum pertandingan dimulai seharusnya dipersiapkan dulu lapangan yang bagus.
"Setelah lapangan siap, kemudian peraturan harus disiapkan untuk semua orang baru main bola," selorohnya lagi.
Pernyataan Mahyudin tersebut mendukung pernyataan Gubernur Yogyakarta, Sri Sultan Hamengkubuwono X yang menyatakan demokrasi hanya alat bukan tujuan. Tujuan dari NKRI dibentuk sesuai cita-cita
founding fathers yaitu mewujudkan rakyat Indonesia yang adil dan makmur.
[rus]
BERITA TERKAIT: