Di tengah suasana hening itu, Kepala Biro Persidangan dan Sosialisasi Setjen MPR Tugiyana, selaku pembina upacara, menyampaikan tiga pesan untuk para peserta, yaitu: laksanakan dan wujudkan Trisatya dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari, di lingkungan keluarga, masyarakat dan di lingkungan berbangsa dan bernegara; kedua, persiapkan diri untuk menyongsong masa depan, mengisi kemerdekaan Indonesia dengan mempersiapkan ilmu pengetahuan, menguasai teknologi dan menjiwai semangat Pancasila; dan ketiga, harus senantiasa berbakti kepada orang tua, kepada guru, serta kepada bangsa dan negara.
Usai upacara api unggun, dilanjutkan acara penutupan di Ruang Ramayana Balemong Resort. Di sini Tugiyana atas nama pimpinan MPR menutup secara resmi Kemah Sosialisasi Empat Pilar MPR yang telah berlangsung sejak Jumat (22/9), dengan memukul gong.
Hadir dalam acara ini pejabat di lingkungan Setjen MPR, yaitu Usep Supriatna, Jaya dan Riskandar, serta yang mewakili Kwasnas Gerakan Pramuka. Sosialisasi ini diselenggarakan MPR bekerjasama dengan Kwarnas Gerakan Pramuka.
Tugiyana dalam sambutannya mengharapkan agar materi yang telah disampaikan oleh narasumber bisa dijadikan sedikit bekal untuk para peserta dalam menghadapi tintangan, tantangan dan hambatan masa depan. Mengingat tantangan masa depan cukup berat, maka para peserta harus mempersiapkan diri. Dunia kerja masih luas dan masih panjang, dan terus berjuang.
"Dan kalian harus siap berkompetisi," ujar Tugiyana dalam keterangan tertulis Humas MPR.
Atas nama Setjen MPR, Tugiyana juga menyampai permohonan maaf, kalau ada hal-hal yang kurang berkenan. Dia berharap, apa yang peserta peroleh selama mengikuti Kemah Sosialisasi Empat Pilar bisa ditularkan ke lingkungan supaya pemahaman Empat Pilar bisa lebih luas, dan itulah tujuan dari Sosialisasi Empat Pilar.
[rus]
BERITA TERKAIT: