Dalam sambutannya, Maruf menyebut kejuaraan bulutangkis sebagai salah satu kegiatan Korpri yang terus menerus dilakukan. Lebih lanjut dikatakan, kejuaraan tepok bulu angsa ini penting dilakukan sebab mempunyai dua hal.
Pertama, dengan melakukan olahraga maka badan akan menjadi sehat. Bila badan sehat maka akan mendukung kinerja menjadi lancar. "Bila sehat jasmani maka pekerjaan akan menjadi lancar," tuturnya.
Kedua, kejuaraan tersebut sebagai upaya untuk mencari bibit-bibit unggul pebulutangkis di lingkup Setjen MPR. "Supaya Korpri di sini mempunyai tim yang kuat," harap Ma’ruf.
Mencari bibit unggul lanjut Maruf sangat penting sebab dalam waktu yang akan dekat akan ada Pekan Olahraga Korpri Nasional.
Kejuaraan bulutangkis Korpri MPR yang telah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu diharapkan bisa menjadi kegiatan rutin. Meski demikian ditegaskan dalam berolahraga jangan sampai ada unsur keterpaksaan.
Ma'ruf menghimbau agar pertandingan olahraga di lingkup Setjen MPR tidak hanya bulutangkis namun juga cabang olahraga lain, seperti catur, tenis meja, dan sebagainya.
"Ini satu langkah yang tepat. Dengan kejuaraan tersebut maka sumber daya olahraga dari pegawai bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu bila ada moment yang lebih besar," ujarnya.
Di akhir sambutan, Ma'ruf mengucapkan selamat bertanding dan semoga sukses. Untuk memeriahkan acara, selepas upacara pembukaan, dilakukan pertandingan exhibition, antara pasangan Ma'ruf Cahyono-Kabag Layanan Pengadaan Usep Supriatna melawan Kabiro Setpim Tugiyana-Kabag Sekretariat Wakil Ketua MPR Dikarno.
Sebanyak 106 pegawai di lingkungan Sekretariat Jenderal MPR yang terdiri dari pegawai negeri, tenaga perbantuan, tenaga ahli, ajudan, cleaning services, bahkan ada yang purna bakti mengikuti Kejuaraan Bulutangkis Bapor Korpri Setjen MPR Cup 2017.
Ketua Panitia, Kabag Sekretariat Wakil Ketua MPR, Daniar Murniawan mengatakan, dari peserta sebanyak itu akan dibagi menjadi dua katagori, katagori mahir dan pemula. Disebut katagori mahir ada 16 pasang dan katagori pemula ada 37 pasang. Semuanya ganda.
Kejuaraan tersebut akan memakan waktu selama dua bulan karena saking banyaknya peserta. Dalam sehari ada empat pertandingan. "Jadwal pertandingan fleksibel," ujarnya.
Jadwal pertandingan tersebut disesuaikan dengan jadwal kerja para pegawai. Bila pada suatu hari, pegawai itu sedang mempunyai kesibukan kerja atau dinas luar maka pertandingan bisa dilakukan pada jam saat ia tidak sibuk. "Kegiatan ini tidak mengganggu kerja pegawai," papar Daniar.
Dalam kejuaraan yang menerapkan sistem gugur tersebut, pemenang akan memperoleh Piala Bergilir Ketua Pembina Korpri Sekjen MPR dan hadiah hiburan.
[rus]
BERITA TERKAIT: