Hal itu disampaikan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam akun media X pribadinya, Rabu, 10 Juni 2026.
“Ke depan, hari-hari mendatang, kita berharap Pemerintah terus melakukan langkah-langkah stabilisasi ekonomi. Menyehatkan APBN kita. Membatasi dan mengendalikan jumlah utang pemerintah. Mencegah terjadinya kenaikan harga barang dan jasa yang bisa memukul kehidupan rakyat,” tulis SBY.
Ia lantas menyebut bahwa perbaikan itu juga untuk memulihkan kepercayaan investor terhadap kondisi perekonomian dalam negeri.
“(Pemerintah perlu) memulihkan kembali kepercayaan investor. Meningkatkan komunikasi yang lebih efektif sehingga kebijakan dan langkah pemerintah dimengerti oleh rakyat dan “market”. Menghentikan berbagai spekulasi dan ketidakpastian. Yang tidak kalah pentingnya, melindungi rakyat kita yang sangat terdampak dengan situasi ekonomi, termasuk dampak dari kenaikan harga BBM,” imbuhnya.
Jebolan AKABRI 1973 ini menegaskan segala kebijakan pemerintah tidak akan bermakna tanpa mendapat dukungan masyarakat.
“Saya tahu, karena kenyang dalam menangani tekanan ekonomi seperti ini ketika memimpin Indonesia dulu, semua ikhtiar pemerintah ini tentu memerlukan waktu. Perlu dukungan publik yang lebih kuat. Ingat, “in crucial thing, unity”. “In important thing, dialogue” dan diwadahinya keragaman pandangan yang konstruktif. Pikiran yang rasional, kebijakan yang tepat dan aksi-aksi nyata yang serius menjadi sangat penting,” tandas SBY.
BERITA TERKAIT: