Di hadapan ratusan mahasiswa, Zulhas sapaan akrabnya, menanggapi pertanyaan salah seorang mahasiswa mengenai maraknya tenaga kerja asing di Indonesia khususnya dari China.
"Saya tidak setuju hadirnya tenaga kerja ilegal," kata Zulhas seperti dalam rilis Humas MPR.
Ditegaskan Zulhas, apabila masyarakat mengetahui ada tenaga kerja ilegal, silahkan dilaporkan kepada aparat terdekat.
"Ini merupakan salah satu bentuk bela negara," paparnya.
Diakui bahwa Indonesia adalah negara yang luas sehingga tenaga ilegal asing bisa masuk dari berbagai sudut daerah.
"Dalam masalah tenaga kerja ilegal, jangan hanya diserahkan kepada pusat, bisa juga dilaporkan di aparat desa," ujar Zulhas.
Zulhas menambahkan, sebenarnya dia lebih khawatir akan kesenjangan sosial ketimbang ancaman komunisme atau radikalisme. Alasannya, kesenjangan sosial akan bisa "melahirkan" komunisme atau radikalisme.
Diakui saat ini telah terjadi kesenjangan sosial. Di mana ada orang yang sangat kaya, namun banyak pula orang yang miskin.
"Bila orang tidak mempunyai apa-apa, baik itu ilmu pengetahuan, harta, dan sebagainya, lalu mereka mau jadi apa? Itu yang saya takutkan. Mereka yang tidak mempunyai apa-apa maka mudah dirayu menjadi komunis atau radikalis," tukas Zulhas.
[rus]
BERITA TERKAIT: