Hidayat: Orang-orang Dari Hadramaut Punya Peran Besar Bagi Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 12 Oktober 2016, 02:48 WIB
Hidayat: Orang-orang Dari Hadramaut Punya Peran Besar Bagi Indonesia
Foto: MPR RI
rmol news logo Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, menerima sejumlah perwakilan dari Pusat Kajian Kebudayaan Hadramaut Yaman, Selasa (11/10).

Delegasi terdiri dari antara lain, Mohammad Salem Jabeer, Syekh Ali Jabeer, dan Syekh Mohammad Jabeer. Mereka diterima Hidayat di Ruang Rapat Pimpinan MPR, Gedung Nusantara III, Senayan, Jakarta.

Hidayat menjelaskan, kehadiran mereka ke Indonesia untuk menemui tokoh-tokoh yang memiliki pengetahuan dan informasi mengenai kebudayaan dan sejarah Hadramaut. Tokoh yang telah ditemui adalah mantan Menteri Luar  Negeri, Alwi Shibab, dan ahli agama Islam, Quraish Shibab. Mereka ingin menggali tentang keberadaan orang-orang Hadramaut yang melakukan migrasi ratusan tahun lalu ke Indonesia.

Menurut Hidayat Nur Wahid, migrasi dan kehadiran orang-orang dari Hadramaut mempunyai peran dan arti besar bagi bangsa Indonesia. Nama A.R. Baswedan adalah salah satunya. Kakek dari tokoh akademisi dan politik Anis Baswesdan itu adalah anggota BPUPKI di masa awal kemerdekaan, mendirikan Partai Arab di Indonesia dan juga menggagas Sumpah Pemuda Arab yang menyatakan kesetiaan pada Indonesia. Untuk itu, A.R Baswedan diberi gelar pahlawan nasional.

Tak hanya itu peran orang-orang Hadramaut. Hidayat pun menyebut organisasi Jamiat Kheir yang berdiri pada awal tahun 1901. Organisasi itu bertujuan untuk membuat masyarakat lebih baik dan maju. Di matanya, apa yang dilakukan  Jamiat Kheir dalam memperjuangkan kehidupan yang lebih baik dan maju, melawan penjajahan Belanda lewat organisasi, mendahului apa yang dilakukan Budi Utomo.

Dengan fakta tersebut, maka kajian kebudayaan yang dilakukan oleh lembaga swadaya masyarakat itu sangat penting. Meski di Yaman sedang terjadi gejolak, namun kajian yang dilakukan oleh delegasi yang diterimanya itu tetap penting untuk dilaksanakan.

Bahkan, kedatangan delegasi tersebut bisa menambah erat hubungan antara Indonesia dan Yaman. Selama ini, hubungan antar parlemen kedua negara sering dilakukan lewat himpunan parlemen negara-negara Islam (OKI).

"Kita sangat akrab dengan parlemen Yaman meski belum ada hubungan yang spesifik. Ketika saya menjadi Ketua MPR, saya pernah berkunjung ke parlemen Yaman,” tambah Hidayat. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA