Upacara penghormatan terakhir bagi tokoh yang memimpin Republik Islam Iran selama lebih dari tiga dekade itu akan digelar secara bertahap di tiga kota.
Menurut laporan media pemerintah Iran, Minggu, 14 Juni 2026, prosesi pemakaman akan diawali di Teheran pada 4 Juli.
Setelah itu, rangkaian peringatan keagamaan akan dilanjutkan di kota suci Qom pada 7 Juli sebelum ditutup dengan prosesi pemakaman di Mashhad pada 9 Juli, yang merupakan kampung halaman Khamenei.
Otoritas Iran menyatakan acara tersebut akan menjadi bagian dari masa berkabung nasional yang berlangsung selama beberapa hari.
Masyarakat diberi kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah memimpin Iran sejak 1989 dan memainkan peran besar dalam membentuk arah politik serta institusi keagamaan negara tersebut.
Laporan juga menyebutkan bahwa pemakaman Khamenei semula dijadwalkan berlangsung lebih awal.
Namun, rencana tersebut ditunda akibat meningkatnya ketegangan regional yang berkaitan dengan konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Media pemerintah Iran menyebut faktor keamanan dan pengaturan logistik menjadi alasan utama perubahan jadwal tersebut.
Khamenei naik menjadi Pemimpin Tertinggi Iran pada 1989, menggantikan Ayatollah Ruhollah Khomeini setelah Revolusi Islam 1979.
Selama masa kepemimpinannya, ia menjadi figur sentral dalam berbagai kebijakan strategis Iran, baik di bidang politik, keamanan, maupun keagamaan.
Khamenei dan beberapa anggota keluarganya gugur dalam serangan Amerika Serikat-Israel yang menargetkan kediamannya di Teheran pada 28 Februari.
Seusai wafatnya Khamenei, putranya yak i Mojtaba Khamenei terpilih untuk menggantikannya.
BERITA TERKAIT: