Menurutnya, fase menjelang Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) merupakan periode paling krusial karena kondisi fisik jemaah mulai menurun akibat cuaca panas ekstrem dan tingginya aktivitas ibadah.
“Menjelang Armuzna memang semakin banyak sekali jamaah yang berkumpul di Makkah. Sementara jamaah pun juga mungkin sebagian daripada fisiknya sudah mulai capek,” ujar Anggota Komisi VIII DPR RI itu lewat keterangan resminya, Minggu, 24 Mei 2026.
Ia menilai langkah petugas haji yang meminta jemaah lebih banyak beristirahat di pemondokan merupakan keputusan tepat demi menjaga stamina menghadapi puncak ibadah haji yang membutuhkan energi besar.
Politisi Fraksi PKS ini secara khusus mengingatkan jemaah lanjut usia agar tidak memaksakan diri berjalan jauh menuju Masjidil Haram apabila kondisi kesehatan tidak memungkinkan. Kepadatan Makkah dan suhu tinggi, kata dia, meningkatkan risiko kelelahan hingga disorientasi bagi jemaah lansia.
“Tidak kemudian memaksakan diri untuk keluar pemondokan, ke Masjidil Haram yang mungkin jalannya tidak sangat dekat, sementara cuacanya sangat panas,” ujar Wakil Ketua MPR Itu
Menurut dia, momentum menjelang Armuzna justru harus dimanfaatkan untuk memperdalam pemahaman ibadah haji, memperbanyak ibadah, dan menjaga stabilitas psikologis agar jemaah lebih siap menjalani rangkaian ibadah puncak.
“Kesempatan ini dimaksimalkan untuk mempersiapkan diri haji secara lebih maksimal. Baik dalam konteks kesehatan fisik termasuk juga kesehatan mental dan kesehatan psikis,” jelasnya.
Pernyataan Hidayat menjadi semakin relevan setelah adanya kasus jemaah asal Jakarta, Muhammad Firdaus Akhlan (72), yang sebelumnya dilaporkan hilang dari pemondokan Future Light Hotel Sektor 9 Misfalah sejak 15 Mei 2026 dan ditemukan meninggal dunia di kawasan Jabal Kuday pada 22 Mei 2026.
Menurut Hidayat, peristiwa tersebut harus menjadi pelajaran penting bagi seluruh jemaah maupun petugas haji tentang pentingnya komunikasi dan pengawasan, terutama terhadap jemaah lansia.
“Ini sebagai pelajaran, sebagai ibrah, tentang pentingnya betul-betul selalu menjaga kesehatan, pentingnya betul-betul selalu mengkomunikasikan dengan keluarga, dengan jamaah, dengan karom, dengan karu,” katanya.
BERITA TERKAIT: