Pada bulan November 2015, DPP Mapancas mengadakan studi nasional. Dalam studi itu, pengurus Mapancas yang tersebar di seluruh Indonesia akan diundang. Selain dari kalangan internal, organisasi yang berdiri pada tahun 1958 itu juga akan mengundang badan eksekutif mahasiswa (BEM).
Sebagai acara yang besar dan strategis, Mapancas berkeinginan dalam kegiatan itu Ketua MPR membuka acara sekaligus menjadi pembicara utama. Keinginan tersebut langsung disampaikan oleh Ketua Umum Mapancas, Bambang W. Ganindra, saat beraudensi.
"Kami ingin mengundang bapak dalam acara itu, tak hanya membuka acara namun juga menjadi
keynote speech," ujar Bambang.
Dikatakan Bambang, organisasi yang sekarang dipimpinnya itu, juga pernah beraudensi dengan pimpinan MPR periode yang lalu.
"Kami membawa nama Pancasila sehingga cukup tepat kalau kami menghadap ke MPR," kata Bambang.
Bambang mengakui bahwa organisasinya mempunyai visi yang sama dengan keinginan Zulkifli Hasan yakni menjadi politisi yang negarawan. Menurut Bambang sekarang masyarakat sudah jenuh dengan kegaduhan politik. Dirinya berharap agar virus-virus negarawan terus berkembang.
Bambang juga mengungkapkan bahwa anggota organisasinya bisa jadi tidak sebanyak dengan anggota organisasi lainnya, meski demikian dirinya dengan bangga mengatakan Mapancas hadir untuk memberi solusi dengan bijak.
"Kami bergerak memberi solusi dengan bijak. Kami menggunakan gagasan dan pikiran untuk berjuang," tambahnya. Dikatakan cara berjuang dengan turun ke jalan diakui kurang menyelesaikan masalah.
Bambang menambahkan demikian bukan omong kosong. Organisasinya sering melakukan judicial review terhadap undang-undang yang bertentangan dengan UUD NRI Tahun 1945. Hasilnya, meski kadang gugatannya itu ditolak oleh MK namun gagasannya itu sekarang digunakan DPR dalam menjalankan tugasnya.
Mendengar apa yang disampaikan itu, ketua MPR memberi apresiasi pada Mapancas. Menurutnya, perjuangan yang dipilih lewat gagasan dan jalur intelektual, sangat bagus. Ia memberi pesan bahwa di tangan generasi mudalah perjalanan bangsa ini akan diteruskan.
Untuk membangun perjuangan, diakui itu bukan jalan yang mudah. Pasti akan menemukan jalan terjal. Lebih lanjut dipesankan, kalau mau menjadi bangsa yang maju tentu harus kerja keras, tak ada kata santai.
"Tak ada prestasi yang diraih tanpa kerja keras," ucapnya.
Sebuah prestasi yang diraih, tak datang dengan sendirinya, tak cukup berdoa namun harus direbut dengan perjuangan. "Kalau mau menjadi bangsa yang dihormati, kita harus bekerja keras. Jangan sampai minta dihormati namun mentalnya menggambarkan dikasihani," tambah Zulkifli.
Ia juga berpesan, sebagai ketua MPR dirinya selalu menerima delegasi dari organisasi pemuda dan mahasiswa, entah itu apa latar belakangnya.
"Kita jangan bermalas-malasan. Kalau kita bermalasan nanti kita akan seperti yang pernah dikatakan Presiden Soekarno, menjadi bangsa babu atau jongos," tukas Zulkifli yang juga ketum PAN itu.
[ian]
BERITA TERKAIT: