Seolah ingin memperlihatkan rasa sayangnya terhadap generasi muda Indonesia, OS tak segan mengucapkan kalimat "
i love you". Kepada siswa SMA 22, OSO berpesan agar mereka selalu menyayangi orangtua, guru dan NKRI. Guru, menurut OSO, adalah pahlawan yang tak bertanda jasa. Mereka telah melahirkan banyak orang pandai, termasuk para menteri dan presiden. Namun sayang, tidak banyak murid yang bisa mengingat jasa para guru yang memberinya pengetahuan dan kepandaian.
"Kalian juga harus mencintai bangsa dan negara ini. Karena kalianlah yang akan menjadi pemimpin bangsa dan negara dimasa yang akan datang," kata OSO, menambahkan.
Salah satu cara mencintai bangsa Indonesia, ini lanjut OSO, dengan terus menghayati 4 Pilar. Bahkan 4 Pilar harus dihayati secara terus menerus, sedari muda hingga tua, bahkan sampai mati. Karena 4 Pilar merupakan pertahanan terakhir bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Agar bisa dihayati secara baik, OSO mengajak para siswa untuk senantiasa meningkatkan kreativitasnya. Tidak saatnya lagi para siswa dibatasi dan dikekang dengan berbagai larangan. Mereka harus diberi kelonggaran dan kebebasan dalam mengapresiasikan diri termasuk dalam menghayati 4 Pilar.
"Mereka adalah anak-anak yang cerdas, sehingga pasti bisa menghayati 4 Pilar asal diberi kepercayaan. Namun, jangan sampai kepercayaan yang diberikan para guru dan orangtua disalahgunakan," kata Oso penuh harap.
Masyarakat Cina, Jepang, dan Korea dinilai OSO memiliki nasionalisme, yang sangat tinggi. Jepang misalnya, mereka banyak membikin restoran di luar negeri, dan yang menjadi pembeli pertamanya adalah orang Jepang sendiri. Cara seperti itu bisa dilakukan asal pemuda Indonesia memiliki kreativitas. Apalagi, Indonesia juga memiliki banyak kuliner yang pantas diekspor ke luar negeri.
"Menghayati 4 Pilar akan menimbulkan sikap nasionalisme yang tinggi. Dan itu akan
menyelamatkan bangsa Indonesia dari penjajahan negara manapun," tukas OSO.[wid]
BERITA TERKAIT: