Mahyudin menyampaikan keinginan itu kepada keluarga korban setelah membesuk Aldo di Ruang Bedah Anak RS Ciptomangunkusumo, Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin petang, 21 September 2015.
Sekitar pukul 16.45 WIB, Mahyudin yang didampingi istri datang ke Ruang Bedah Anak RS Cipto Mangunkusumo. Ia menyalami paman Aldo, Dondon Suryana yang menunggui Aldo. Mahyudin duduk di samping Aldo berbaring di tempat tidur.
"Saya mengamati dari berita-berita tentang kecelakaan itu. Memang cukup memprihatinkan. Ananda Aldo kehilangan kedua orangtuanya. Saya juga punya anak yang seumuran Aldo, saya jadi teringat-ingat maka saya usahakan bisa membesuk hari ini," kata Mahyudin kepada pers usai bertemu Aldo.
Kepada paman Aldo, Mahyudin menyampaikan maksud untuk menjadi orangtua angkat bagi Aldo. "Karena ananda Aldo sudah jadi yatim piatu, saya dan istri saya ingin jadi orangtua angkat. Jadi keluarga. Kalau nanti ada yang bisa kita bantu, kita akan bantu," ujarnya.
Terkait dengan kecelakaan yang telah merenggut orang tua Aldo, Mahyudin minta kepada Pemda DKI Jakarta untuk menertibkan angkutan umum. "Karena selama ini pengemudi sering ugal-ugalan. Pemda DKI harus mengecek apakah kendaraan umum itu laik jalan, laik operasi," katanya.
"Jangan sampai terulang terus kejadian seperti ini. Supir-supir angkutan umum, metromini, angkot, memang kadang-kadang sering ugal-ugalan, kebut-kebutan. Saya kira ini jadi pelajaran. Saya menyesalkan kejadian akibat sopir Kopaja ini yang ugal-ugalan," tambahnya.
Sementara itu, paman Aldo, Dondon Suryana mengatakan kondisi Aldo sudah membaik. "Sekitar 70%. Tinggal pemulihan saja. Besok sudah boleh pulang dan perawatan jalan," katanya.
Dalam kecelakaan yang terjadi di Mampang, Jakarta Selatan, itu Aldo menderita luka di bagian kaki, tangan, leher, serta kulit kepala mengelupas. Ayah dan ibunya yang sedang hamil meninggal dalam kecelakaan itu.
BERITA TERKAIT: