Demikian disampaikan Ketua MPR RI Zulkifli Hasan usai membuka Seminar Nasional dengan tema 'Strategi Menangkal Gerakan Transnasional Radikal Demi Integrasi Bangsa', yang diselenggarakan UPT Pusat Pengkajian Pancasila Universitas Negeri Malang, di Aula Utama UNM, Malang, Jawa Tengah (Selasa, 25/8 ).
Menurutnya, di era para pendiri bangsa, penggalian, pemahaman dan penghayatan Pancasila dengan hati nurani dan perenunangan yang panjang dengan melihat dan memahami keberagaman yang ada di Indonesia. Isi dari sila keempat Pancasila tentang musyawarah dan mufakat sangat terasa diimplementasikan.
Nah, sekarang yang terjadi sudah berbeda jauh. Hampir di semua lini terjemahan musyawarah dan mufakat sangat jauh dari esensi sila keempat.
"Sekarang esensi dari musyawarah mufakat adalah bagaimana caranya bisa menang. Yang menang mengambil semua sedangkan yang kalah terpuruk," tegas Zulkifli.
Itulah mungkin yang menyebabkan Pancasila seperti tidak lagi dibicarakan atau seperti dihilangkan. Itu juga yang menjadi penyebab mengapa bangsa ini seperti kehilangan rohnya.
"Saya tekankan disitu. Sejatinya menurut saya, pemahanan dan pengamalan Pancasila sila keempat itu, esensinya adalah kekeluargaan dan kegotong royongan. Itu harus dipahami jangan sampai bangsa ini kehilangan roh kebangsaan yakni nilai-nilai luhur bangsa," ujarnya seperti dalam rilis Humas MPR.
Dalam kesempatan tersebut Ketum PAN itu juga mengharapkan agar seminar tersebut bisa menghasilkan satu pemikiran yang baik bagi sistem ketatanegaraan Indonesia.
[sam]
BERITA TERKAIT: