Alasannya, di tengah-tengah menyampaikan pidato, ada peserta yang tidak menyimak penyampaian Oesman.
"Pak Bupati stop dulu bicaranya. Kalau enggak saya yang stop saja," kata OSO sapaan akrab Oesman Sapta Odang dalam seminar yang turut dihadiri Menteri DPDTT Marwan Ja'far.
Sesudah kejadian itu, suasana jadi hening dan OSO melanjutkan pidatonya sedikit lagi, lalu ia menyudahi pidatonya itu.
"Ini (makalah) nanti bisa dibagikan atau dibacakan," tutup OSO dengan nada kesal.
Tidak diketahui persis bupati mana yang tidak menyimak pidato OSO tersebut. Namun, dalam seminar itu bupati yang hadir hanya ada tiga bupati, yaitu Bupati Maluku Utara, Bupati Kubu Raya, dan Bupati Mesuji. Sementara beberapa kabupaten hanya mengutus perwakilannya.
Awal sambutan, OSO memang sedikit kecewa, seminar penting yang yang diadakan Kementerian DPDTT hari ini tidak banyak dihadiri oleh kepala daerah. Apalagi, sambung OSO, seminar seperti ini semestinya juga mengundang Menteri Pertanian, Menteri PUPR, Menteri Agraria, dan Menteri Kehutanan.
"Saya tidak menyalahkan panitia. Ini cuma catatan saja ke depan," ungkapnya.
Pada penyampaian keynote speaker tersebut, OSO hanya sempat berpesan dua hal. Pertama mengenai pentingnya rasa nasionalisme. Dan kedua mengenai ego sektoral antar kementerian/lembaga harus dihilangkan.
"Memudarnya rasa nasionalisme akan membahayakan NKRI," tukasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: