Kondisi ini, kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, juga selama ini didukung oleh kekeliruan pemerintah dalam menetapkan kebijakan di bidang pengadaan benih dan pupuk serta alat pertanian dengan sistem tender. Sebab tanaman serta hama tidak bisa berkompromi dengan waktu.
"Sistem tender makan waktu, bisa dua sampai tiga bulan, padahal tikus kalau mau merusak tanaman tidak kenal waktu," ungkap Amran.
Amran pun mengatakan bahwa saat ini regulasi akan diubah dengan cara pengadaan segala hal yang dibutuhkan petani dengan penunjukan langsung sehingga pengadaan benih dan bibit bisa dipersingkat waktunya menjadi falam hitungan minggu saja.
Jumat kemarin (6/2), Amran melanjutkan rangkaian kunjungan lapangan dalam rangka menyukseskan swasembada pangan ke Subak Cemagi Let, Desa Cemagi Kecamatan Mengwi Kabupaten Badung Provinsi Bali. Kedatangannya disambut puluhan petani dan sejumlah jajaran pemerintah daerah berikut Tentara Nasional Indonesia Bintara Pembina desa (Babinsa).
Kepada para petani, ia pun menyampaikan sejumlah motivasi agar selalu semangat bertani, menjalankan lima prinsip hidup yakni jujur, disiplin, kerja keras, punya komitmen dan berdoa, serta menjaga kualitas dan kuantitas produksi tani. Ia juga bercerita soal refocusing kementerian sebesar Rp 4,1 triliun yang tadinya untuk rapat dan acara seremonial, dialihkan untuk perbaikan irigasi dan pengadaan bantuan untuk petani.
[ysa]
BERITA TERKAIT: