Aburizal Bakrie: Kami Dikatakan Haus Jabatan Dan Memundurkan Demokrasi

Jumat, 10 Oktober 2014, 09:45 WIB
Aburizal Bakrie: Kami Dikatakan Haus Jabatan Dan Memundurkan Demokrasi
Aburizal Bakrie
rmol news logo Koalisi Merah Putih (KMP) dituding haus kekuasaan. Sebab, melakukan berbagai upaya untuk menguasai kursi pimpinan DPR dan MPR.

“Kami dikatakan haus jabatan dan memundurkan demokrasi. Pa­dahal sesungguhnya kami mengkoreksi kehidupan kita, kembali ke demokrasi sesuai de­ngan mukadimah UUD 1945 dan Pancasila,’’kata Ketua Umum Partai Golkar’Aburizal Ba­­krie usai pelantikan Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar di Aula DPP Partai Gol­kar, Ja­karta, Rabu (8/10).

Ketua Presidium KMP itu mengklaim, kemenangan KMP ini adalah kemenangan rakyat Indo­nesia untuk kemajuan bang­sa dan negara.

“Kemenangan ini diharapkan membawa kemajuan dalam ber­demokrasi,’’ ujarnya.

Berikuti kutipan selengkapnya;

Bagaimana bangsa dan negara maju kalau pasar me­nang­gapi negatif. Apalagi ada kabar Jokowi-JK akan dimak­zulkan?
Kemenangan KPM bukan se­buah langkah untuk menjegal ke­pemimpinan Jokowi-JK. Ti­dak ada niatan dari KMP untuk me­laku­kan penjegalan. Kami ha­­nya ingin kembalikan demok­rasi ke demokrasi Pancasila.

Benar nih tidak ada niat menjegal Jokowi-JK?

Ya. Tidak benar isu bahwa KMP merebut pimpinan DPR dan MPR untuk jegal Jokowi-JK. Kami mengawal pemerintah men­datang. Kalau ada program yang bagus dari pemerintah dan pro rakyat, kami dukung. Seba­liknya kalau tidak bagus, ya kita kritisi.

Harga saham rontok setelah pimpinan DPR dan MPR di­kua­sai KMP, ini bagaimana?
Ah, tidak ada pengaruhnya itu. Saham naik turun adalah biasa.  Tidak ada kaitannya de­­ng­an per­politikan yang terjadi.

Tapi banyak kalangan yang mencibir KMP, komentar Anda?
Apa yang kami perjuangkan adalah cita-cita Indonesia, yakni memperjuangkan demokrasi yang berdasarkan Pancasila.

Soal cibiran koalisi permanen tidak bisa dilaksanakan dengan tawaran jabatan menteri. Di par­lemen akan pecah berkeping-keping. Tapi lihat sendiri, kami sam­pai sekarang tetap solid meski pada pemilihan pimpinan MPR, PPP memilih koalisi lain tapi menya­takan dengan tegas tetap di KMP.

Bukannya soliditas KMP sedang bermasalah?
Tidak, kami tetap solid kok dan sudah kami buktikan itu.

Bagaimana dengan PPP?
Tidak ada yang berkhianat. Ketua Umum PPP Suryadhar­ma Ali (SDA) sudah menyata­kan bahwa PPP tetap berada di KMP kok.

Apa ada sanksi bagi PPP?
Tidak ada, buat apa diberi sank­­si, bahkan ada isu dikeluar­kan. Buat apa dikeluarkan ka­rena PPP kenyataannya masih di KMP kok.

Apa itu taktik dari KMP?
Barang kali juga, ha...ha...ha.

Apa KMP akan mempe­rebutkan posisi strategis di komisi-komisi DPR?
Itu kan logis saja. Semua orang kan ingin menang dan ka­lau su­dah menang mengingin­kan posisi strategis agar bisa men­jalankan visi dan misi par­tai ma­sing-masing.

Apa visi misi KMP?
Visi-misi KMP yakni me­ngem­­balikan demokrasi kita ke de­mok­rasi Pancasila dan  posisi di DPR, yakni mengubah un­dang-un­dang yang tidak cocok dengan mukadi­mah UUD 1945 dan Pancasila.

Berapa banyak undang-un­dang yang tidak sesuai dengan muka­dimah UUD 1945 & Pancasila?
Menurut catatan kami, saat ini ada122 Undang-un­dang yang   perlu diperbaiki. Makanya posi­si stra­tegis itu penting. ***

ARTIKEL LAINNYA