“Melayat Almarhum Juwono Sudarsono yang wafat kemarin. Menyampaikan dukacita yang mendalam pada keluarga yang ditinggalkan. Beliau adalah Menteri Pertahanan ke-20, kami bersama-sama berada di Kabinet Indonesia Bersatu I,” tulis Ical akrab disapa, dikutip dalam akun Instagram pribadinya, Minggu malam, 29 Maret 2026.
Ia juga menegaskan bahwa rekam jejak Juwono sebagai akademisi yang memahami banyak hal menunjukkan kapasitas kepemimpinan dan keberpihakan pada kemajuan bangsa.
Menurut Ical, tidak banyak figur yang mampu menjembatani dunia akademik, birokrasi, hingga diplomasi dengan kualitas yang tetap terjaga dalam setiap penugasan negara.
“Selain itu beliau juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ke-22, dan Menteri Negara Lingkungan Hidup ke-3. Beliau juga pernah menjadi Duta Besar Indonesia untuk Britania Raya ke-16,” ungkapnya.
Ical bersama Juwono pernah duduk dalam periode pertama pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 2004-2009.
Kala itu, Ical menjabat sebagai Menko Kesra dan Juwono sebagai Menteri Pertahanan. Mantan Ketua Umum Partai Golkar ini mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan YME.
“Indonesia kehilangan salah satu putra terbaiknya. Selamat jalan Pak Juwono. Terima kasih atas pengabdiannya kepada Bangsa Indonesia. Semoga husnul khotimah dan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin,” tandasnya.
Semasa hidupnya, Juwono Sudarsono dikenal sebagai akademisi hubungan internasional yang menorehkan kontribusi besar dalam reformasi sektor pertahanan Indonesia.
Kariernya di pemerintahan terbilang panjang dan strategis. Selain menjabat Menteri Pertahanan, ia juga pernah dipercaya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada masa Presiden Bacharuddin Jusuf Habibie, serta Menteri Negara Lingkungan Hidup di era Presiden Soeharto. Di ranah diplomasi, Juwono pernah mengemban amanah sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Britania Raya.
Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi bangsa, sekaligus meninggalkan warisan pemikiran dan pengabdian yang akan terus dikenang dalam perjalanan Indonesia ke depan.
Sosok Juwono Sudarsono juga menjadi teladan bahwa kepemimpinan negara tidak hanya diukur dari jabatan yang diemban, tetapi dari konsistensi dalam merawat kepentingan nasional dengan integritas dan kejernihan visi.
BERITA TERKAIT: